KATADIA JAKARTA || Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) hari ini Minggu 28/09 merayakan hari jadinya yang ke-27 tahun. Perjalanan lebih dari dua dekade ini menjadi bukti nyata dedikasi PSMTI dalam mempererat persaudaraan, memperjuangkan kebersamaan, serta mengabdi bagi bangsa dan negara.
Sejak berdiri pada tahun 1998, PSMTI telah tumbuh sebagai rumah besar bagi marga dan warga Tionghoa di Indonesia. Organisasi ini menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta kemanusiaan, sekaligus hadir sebagai jembatan harmoni antarbudaya.
Ketua PSMTI dalam peringatan HUT kali ini menegaskan, perjalanan panjang tersebut tidak lepas dari semangat kebersamaan yang diwariskan sejak awal berdirinya. “Merah Putih di dada, Bhinneka Tunggal Ika di jiwa,” menjadi semboyan yang terus dipegang teguh dalam setiap langkah organisasi.
Berbagai kegiatan sosial telah dijalankan PSMTI, mulai dari bakti sosial, pelestarian budaya, pendidikan, hingga tanggap bencana. Program-program tersebut diakui telah menyentuh langsung kehidupan masyarakat, tanpa memandang latar belakang.
Dengan mengusung tema “PSMTI Jiwa Merah Putih Menuju Indonesia Emas 2045”, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkepribadian dalam budaya.
Memasuki usia ke-27, PSMTI menatap masa depan dengan optimisme. “Bersama kita kuat, bersatu kita peduli,” menjadi semangat yang terus dihidupkan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas.