Terhubung dengan kami

Kab Bone

ProKlim 2025: Bone Kukuhkan Diri sebagai Garda Terdepan Aksi Iklim Nasional

Dipublikasikan

pada

KATADIA BONE ||  Pemerintah Kabupaten Bone kembali menegaskan perannya sebagai pelopor aksi lingkungan hidup di kawasan Timur Indonesia.

Pada momen Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M, memastikan bahwa Bone akan menerima Apresiasi Pembina Program Kampung Iklim (ProKlim) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Penghargaan bergengsi tingkat nasional itu dijadwalkan diserahkan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin, 1 Desember 2025, dan menjadikan Bone satu-satunya penerima penghargaan dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Di wilayah Indonesia Timur, hanya dua daerah yang berhasil meraih apresiasi tersebut—Kabupaten Bone dan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan—dari total 25 kepala daerah penerima.

Informasi itu disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, H. Dray Vibrianto, S.STP., M.Si, pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang dipusatkan di Perumahan Aru Land Cabalu, Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Jumat (28/11/2025).

Program Lingkungan yang Menyentuh Ketahanan Pangan

Bupati Andi Asman menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan BerAmal, ProKlim bukan sekadar program pelestarian lingkungan, tetapi strategi besar dalam memperkokoh ketahanan pangan nasional.

“Iklim yang bagus lahir dari pepohonan yang rindang. Jika ketersediaan air terjaga, maka daerah akan terhindar dari kekeringan ekstrem. Itu kunci masa depan Bone,” tegas Andi Asman.

Melalui ProKlim, pemerintah daerah menjalankan dua fungsi utama:

1. Adaptasi perubahan iklim melalui pembangunan embung air dan sumur resapan

2. Mitigasi emisi gas rumah kaca dengan pemanfaatan limbah organik

Salah satu keberhasilan nyata terlihat di Desa Poleonro, yang meraih ProKlim Lestari berkat konsistensi menjaga lingkungan dan produksi pertanian berkelanjutan.

Menanam Pohon Indonesia

Indikator Lingkungan Meningkat, Bone Jadi Daerah Penyangga Pangan

Kabupaten Bone memiliki luas persawahan 88.449 hektare, namun sebagian wilayah masih memiliki kadar C-organik rendah yang berdampak pada kesuburan lahan. Melalui ProKlim, indikator lingkungan Bone mengalami peningkatan signifikan.

Indeks Kualitas Air (IKA) dan Indeks Kualitas Udara (IKU) mencapai skor 84,5, dipengaruhi berkurangnya praktik pembakaran lahan dan meningkatnya penggunaan panel surya yang menjaga kesehatan ekosistem pertanian.

“ProKlim adalah masa depan. Jika terjaga, Bone bukan hanya daerah tangguh, tetapi penyangga utama kebutuhan pangan nasional,” ujar Bupati Andi Asman.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi daerah lain di Indonesia Timur, bahwa pembangunan ekonomi tak harus mengorbankan lingkungan.

Bone berkomitmen memperluas implementasi ProKlim sebagai gerakan kolektif menuju ketahanan pangan berkelanjutan.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending