Terhubung dengan kami

Pendidikan

Mahasiswa UNHAS dan Okayama University Edukasi Siswa SD Inpres Bangkala III tentang Masyarakat Sirkular

Dipublikasikan

pada

Mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) bersama mahasiswa Okayama University melaksanakan kegiatan pembelajaran lingkungan di SD Inpres Bangkala III. Kegiatan ini mengangkat tema “Apa yang dapat kamu lakukan untuk membangun masyarakat sirkular?

KATADIA MAKASSAR || Mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) bersama mahasiswa Okayama University melaksanakan kegiatan pembelajaran lingkungan di SD Inpres Bangkala III. Kegiatan ini mengangkat tema “Apa yang dapat kamu lakukan untuk membangun masyarakat sirkular?” dengan fokus pada pemilahan sampah sebagai langkah konkret menuju keberlanjutan.

Kegiatan tersebut menyasar siswa Kelas 5 dan Kelas 6 dengan jumlah peserta sekitar 40 orang. Pembelajaran dirancang sebagai kelas kolaboratif internasional yang menggabungkan perspektif lokal dan global dalam isu pengelolaan sampah.

Materi pembelajaran disiapkan secara kolaboratif oleh mahasiswa UNHAS dan Okayama University hingga sehari sebelum pelaksanaan. Dalam kegiatan di kelas, mahasiswa Okayama University menyampaikan materi dalam bahasa Inggris, sementara mahasiswa UNHAS berperan sebagai penerjemah untuk memastikan seluruh siswa memahami isi pelajaran secara utuh.

Pendekatan ini tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya secara langsung di ruang kelas.

Proses pembelajaran berlangsung interaktif dengan diselingi kuis dan permainan. Antusiasme siswa terlihat tinggi sejak awal sesi. Dalam diskusi awal, ketika ditanya kebiasaan membuang sampah, sebagian besar siswa menjawab bahwa mereka biasanya membuang semua sampah ke satu tempat tanpa pemilahan.

Pertanyaan reflektif seperti “Apa yang kamu rasakan ketika melihat gunungan sampah?” mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang dampak lingkungan dari kebiasaan sehari-hari.

Mahasiswa juga memperkenalkan program kerja sama antarkota antara Maniwa City di Jepang dan Kota Makassar, termasuk eksperimen pengelolaan sampah yang tengah dilakukan oleh UNHAS. Siswa kemudian mengikuti praktik langsung memilah sampah menjadi kategori organik dan non-organik, yang dilakukan dua kali untuk memperkuat pemahaman.

Di akhir sesi, kegiatan dihubungkan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai prinsip dasar dalam membangun masyarakat sirkular yang berkelanjutan.

Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan pada hari pertama Ramadan saat sekolah secara resmi sedang libur. Meski demikian, pihak sekolah tetap menerima dan mendukung penuh pelaksanaan pembelajaran tersebut.

Kepala Sekolah Ahmad Faisal bersama para guru dan staf memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Kolaborasi ini dinilai menjadi “output” nyata yang memperkuat rasa kebersamaan antar mahasiswa peserta program sekaligus mempertegas fungsi pendidikan sebagai ruang pembentukan nilai berkelanjutan.

Berdasarkan observasi sebelumnya, kualitas pembelajaran di SD Inpres Bangkala III dinilai konsisten dan tinggi. Dalam kegiatan ini, siswa menunjukkan kemampuan berpikir reflektif serta daya tangkap yang baik terhadap isu lingkungan.

Pengalaman tersebut menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan sejak usia dini, sebagai fondasi menuju masyarakat sirkular yang berkelanjutan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending