KATADIA MAKASSAR || Hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah berlangsung di Aula SMK Telkom Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan admin Adiwiyata dari berbagai satuan pendidikan. Fokus utama kegiatan tidak hanya pada aspek teknis aplikasi, tetapi juga memperdalam pemahaman peserta terkait substansi dan arah kebijakan Program Adiwiyata.
Ketua Panitia Forum Adiwiyata, Juli Astuti, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Adiwiyata bukan sekadar program penilaian atau lomba, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan di sekolah secara berkelanjutan.
“Adiwiyata harus dipahami sebagai sistem yang terintegrasi, mulai dari kebijakan, pembelajaran, hingga kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, peserta diberikan penjelasan lebih komprehensif mengenai empat komponen utama Adiwiyata yang menjadi indikator penilaian sekaligus panduan implementasi, yakni:
1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
Sekolah didorong memiliki regulasi internal yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti pengurangan sampah plastik, pengelolaan sampah terpadu, serta efisiensi energi dan air.
2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Materi lingkungan hidup diintegrasikan dalam proses pembelajaran di berbagai mata pelajaran, tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga praktik nyata yang melibatkan siswa secara aktif.
3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
Seluruh warga sekolah—guru, siswa, hingga tenaga kependidikan—dilibatkan dalam kegiatan seperti kerja bakti, penanaman pohon, bank sampah, hingga kampanye lingkungan.
4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Sekolah perlu menyediakan fasilitas yang menunjang perilaku ramah lingkungan, seperti tempat sampah terpilah, ruang terbuka hijau, serta sistem drainase yang baik.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya dokumentasi digital melalui aplikasi SIDIA sebagai bukti implementasi program. Dokumen yang disusun harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar administratif.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait strategi penerapan Adiwiyata di sekolah masing-masing yang memiliki karakteristik berbeda.
Melalui Bimtek ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu memenuhi aspek administrasi penilaian, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan perilaku lingkungan di sekolah, sehingga tujuan Adiwiyata dalam menciptakan generasi peduli lingkungan dapat tercapai secara nyata dan berkelanjutan.(**)