Terhubung dengan kami

Kab Barru

Barru Dorong Pengembangan Wisata Pesisir Batupute, BRI Kucurkan Bantuan Rp300 Juta

Dipublikasikan

pada

Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis pesisir sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat desa.

KATADIA BARRU || Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis pesisir sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat desa. Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Barru, Rabu (13/2/2026), melibatkan Sekretaris Daerah Barru, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora), pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Camat Soppeng Riaja, Kepala Desa, Ketua BPD, serta pengelola BUMDes Desa Batupute.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Parekrafpora Barru, Muh. Syukri, mengungkapkan bahwa kawasan pesisir di Desa Batupute memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Barru.

Menurutnya, kawasan pantai yang terintegrasi dengan destinasi wisata Lasonrai tersebut memiliki panjang sekitar 1.200 meter dan selama ini telah dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk aktivitas perkebunan kelapa.

“Potensi kawasan pesisir ini sangat besar jika dikelola dengan perencanaan yang matang, memperhatikan tata ruang, lingkungan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah desa bersama masyarakat mulai menyiapkan langkah pengembangan kawasan wisata secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek legalitas, tata ruang, lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar.

Kabar menggembirakan datang dari dukungan BRI melalui program Desa BRILiaN. Desa Batupute mendapat bantuan anggaran sebesar Rp300 juta untuk mendukung revitalisasi dan penataan kawasan wisata pesisir tersebut.

Kepala Cabang BRI Barru, Ardiansyah, menjelaskan bahwa Desa Batupute berhasil masuk dalam 12 besar Desa BRILiaN terbaik tingkat nasional sehingga memperoleh apresiasi berupa bantuan pengembangan.

“Dana ini nantinya diperuntukkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan potensi desa,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas dukungan nyata terhadap pengembangan potensi wisata desa di Kabupaten Barru.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Saya mengapresiasi Bank BRI atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan wisata di Desa Batupute. Bantuan ini tentu menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk mengelola potensi wisata secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Ia menilai Kabupaten Barru memiliki kekayaan alam pesisir yang potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat maupun daerah.

“Kalau potensi wisata pantai ini kita kelola dengan baik, tentu akan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan daerah. Yang penting adalah perencanaannya matang, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan lingkungan,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan agar rencana pengembangan kawasan wisata Pasir Putih Desa Batupute memperhatikan secara serius kejelasan status dan alas hak lahan yang akan digunakan. Menurutnya, aspek legalitas harus dipastikan sejak awal agar pengembangan kawasan wisata dapat berjalan aman dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Saya minta semua dipastikan jelas alas haknya. Jangan sampai niat baik untuk membangun kawasan wisata justru menimbulkan konflik di kemudian hari. Semua harus dibicarakan dan diselesaikan dengan baik bersama masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan anggaran bantuan agar benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Bupati Barru juga mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang berhasil mengubah wilayah dengan keterbatasan sumber daya alam menjadi kawasan wisata produktif dan bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi dan tata kelola yang baik.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Barru, A. Syarifuddin, menegaskan pentingnya penyusunan desain kawasan wisata oleh tenaga ahli agar pembangunan amenitas dan fasilitas wisata berjalan sesuai kebutuhan tanpa merusak kawasan pesisir.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata dan masyarakat sekitar juga menjadi faktor utama keberhasilan destinasi wisata.

“Pariwisata bukan hanya soal tempat yang indah, tetapi juga bagaimana masyarakat siap menerima wisatawan, menjaga lingkungan, dan menciptakan kesan yang baik bagi pengunjung,” jelasnya.

Dalam pengembangan kawasan tersebut, konsep wisata berbasis konservasi dan ekologi turut menjadi perhatian utama, termasuk menjaga keberadaan hutan mangrove yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Barru berharap kawasan wisata Pasir Putih Desa Batupute nantinya berkembang menjadi destinasi wisata baru yang terintegrasi dengan kawasan wisata pesisir lainnya di Barru, sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending