KATADIA MAKASSAR || Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar kembali melanjutkan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan soft file dan penggunaan aplikasi SIDIA, mengacu pada PERMEN/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata. Kegiatan ini digelar di Gedung Erlangga, Selasa (5/05/2026).
Bimtek tersebut merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya, yakni tahap 1, 2, dan 3, yang kini memasuki tahap 4 dan 5. Kegiatan ini dirancang dalam beberapa gelombang, dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang pada setiap sesi.
Para peserta merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah di Kota Makassar, yang terdiri dari kepala sekolah dan ketua tim Adiwiyata. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kesiapan sekolah dalam mengikuti penilaian program Adiwiyata secara lebih terarah dan sistematis.
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd dan Hj Rosmiati, S.Pd., M.Pd yang memberikan materi teknis sekaligus penguatan terkait implementasi program Adiwiyata di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan pembekalan tata cara penyusunan soft file oleh Wakil Ketua Forum Adiwiyata Sekolah Makassar, Juli Astutik, yang juga menjabat sebagai Kepala SD Negeri Rappocini. Sekolah yang dipimpinnya diketahui telah berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri.
Dalam pemaparannya, Juli menekankan pentingnya penyusunan dokumen soft file sebagai fondasi utama dalam proses penilaian Adiwiyata. Ia juga memberikan panduan langkah demi langkah bagi sekolah yang baru memulai.
“Penyusunan soft file menjadi fondasi utama dalam mengikuti Adiwiyata. Dari sini terlihat sejauh mana kesiapan dan komitmen sekolah dalam menerapkan program berbasis lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, Juli juga membagikan master atau contoh format dokumen yang dapat dijadikan acuan oleh peserta, guna memudahkan penyusunan administrasi secara sistematis dan terstruktur.
Sementara itu, Hj Rosmiati memberikan penguatan terkait sarana dan prasarana pendukung Adiwiyata. Ia mendorong sekolah untuk melakukan inovasi sederhana namun berdampak, salah satunya melalui pemanfaatan sumber daya air secara efektif.
“Sekolah dapat mulai dari hal sederhana, seperti membuat penadah air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Ini menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Adiwiyata tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kekompakan seluruh warga sekolah.
“Untuk mencapai Adiwiyata, diperlukan kerja sama yang kuat antara kepala sekolah, guru, siswa, hingga seluruh elemen pendukung lainnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan Bimtek tahap lanjutan ini, Forum Adiwiyata Makassar berharap seluruh peserta dapat memahami secara menyeluruh mekanisme penyusunan dokumen serta implementasi program di lapangan. Dengan demikian, semakin banyak sekolah di Kota Makassar yang mampu meraih predikat Adiwiyata hingga tingkat mandiri.(**)