Terhubung dengan kami

Nasional

Maruarar Sirait Resmi Pimpin PIKI 2026–2031, Arah Baru Organisasi Cendekiawan Menguat

Dipublikasikan

pada

KATADIA JAKARTA || Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) memasuki babak baru penguatan organisasi setelah menetapkan Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 dalam Kongres VII yang digelar pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta.

Kongres tersebut tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi gagasan dan arah organisasi sebagai wadah kaum intelektual Kristen yang diharapkan semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua DPD PIKI Sulawesi Selatan, Dr Boas, menilai proses pemilihan berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan kepercayaan.

“Kami menyaksikan langsung prosesnya. Semua berjalan secara murni, berbasis dukungan nyata dari peserta kongres. Ini penting untuk menjaga marwah organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan daerah menjadi elemen penting dalam memastikan PIKI tetap inklusif dan kuat secara nasional.

Ia menegaskan bahwa daerah bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam melahirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dr Boas juga menekankan pentingnya peran PIKI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, serta pengembangan potensi daerah.

“PIKI punya tanggung jawab untuk hadir memberikan solusi. Kita tidak hanya berdiskusi, tetapi harus mampu memberi dampak nyata,” katanya.

Usai terpilih, Maruarar Sirait menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai ruang kolaborasi intelektual yang produktif dan berdampak.

“PIKI harus menjadi tempat lahirnya gagasan yang bisa diwujudkan. Kita ingin berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia serta jejaring antaranggota akan menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.

“Kita ingin melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” tambahnya.

Dengan kepemimpinan baru, PIKI diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai intelektual dan kebersamaan.

Kongres VII ini menjadi penegasan bahwa PIKI terus bergerak sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga tradisi pemikiran, tetapi juga berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.(**)

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending