KATADIA MAKASSAR || Polrestabes Makassar tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus kejahatan jalanan tertinggi di Sulawesi Selatan dalam empat bulan terakhir. Dari total 146 laporan polisi yang ditangani jajaran Polda Sulsel, sebanyak 63 laporan polisi berasal dari wilayah hukum Polrestabes Makassar dengan 73 tersangka berhasil diamankan.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, saat merilis hasil pengungkapan kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Sulsel.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Kabid Humas Polda Sulsel, Kabid Propam Polda Sulsel, Kapolrestabes Makassar, Kapolres Pelabuhan Makassar, serta Kapolres Maros.
Kapolda menegaskan bahwa kejahatan jalanan seperti begal, pencurian dengan kekerasan (curas), serta tindak kriminal yang melibatkan penggunaan senjata tajam berupa busur dan parang masih menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
Menurutnya, pemberantasan kejahatan jalanan telah menjadi prioritas sejak awal dirinya menjabat sebagai Kapolda Sulsel dan bukan semata-mata karena maraknya sorotan di media sosial.
“Kami sudah melaksanakan berbagai upaya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penegakan hukum dan perlindungan masyarakat ini bukan karena ramai di media sosial, tetapi memang sudah berjalan dan akan terus kami tingkatkan,” ujar Djuhandhani.
Berdasarkan data yang dipaparkan, selama empat bulan terakhir jajaran Reskrim Polda Sulsel bersama seluruh polres di wilayah Sulawesi Selatan menerima sebanyak 146 laporan polisi terkait kejahatan jalanan dan berhasil mengamankan 176 tersangka.
Dari jumlah tersebut, Polrestabes Makassar menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi, yakni 63 laporan polisi dengan 73 tersangka. Posisi berikutnya ditempati Polres Sidrap dengan 15 laporan polisi dan 11 tersangka, disusul Polres Pinrang yang menangani 13 laporan polisi dengan 13 tersangka.
Tingginya angka kasus di Kota Makassar menjadi perhatian khusus Polda Sulsel mengingat Makassar merupakan pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan di Sulawesi Selatan dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli, operasi kepolisian, serta tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain penegakan hukum, Polda Sulsel juga terus mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan melalui patroli rutin, pengawasan di titik rawan kejahatan, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pengungkapan ratusan kasus tersebut menjadi bukti keseriusan Polda Sulsel dalam menekan angka kriminalitas dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.(**)