Citizen Report
Mahasiswa Unhas Rampungkan Magang di Museum Kota Makassar
Dipublikasikan
3 minggu lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan penarikan mahasiswa magang Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin yang berlangsung di Museum Kota Makassar, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa magang lima mahasiswa yang selama satu semester terlibat dalam berbagai aktivitas pelestarian, dokumentasi, dan pengelolaan kebudayaan.
Acara penarikan turut dihadiri para staf dan pegawai Dinas Kebudayaan Kota Makassar dari berbagai bidang. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalani program magang.
Mewakili Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sry Wahyuly menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat mahasiswa dalam mendukung berbagai kegiatan museum.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan program museum, tetapi juga menghadirkan energi baru dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah.
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, melainkan ruang belajar yang hidup bagi masyarakat. Kami mengapresiasi kemampuan mahasiswa Departemen Sastra Daerah dalam beradaptasi, bekerja sama, serta menunjukkan kepedulian terhadap warisan budaya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin yang diwakili oleh dosen pendamping magang, Dr. Sumarlin Rengko HR, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Kota Makassar dan seluruh jajaran Museum Kota Makassar atas kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa program magang menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika pelestarian budaya di lapangan.
“Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai kebudayaan, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana nilai-nilai budaya dirawat, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi penerus,” tuturnya.
Sementara itu, mewakili peserta magang, Rani Andini mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman yang diperoleh selama berada di Museum Kota Makassar.
Menurutnya, program magang telah memberikan banyak pelajaran berharga, baik dari sisi akademik maupun pengembangan karakter.
“Kami datang dengan semangat untuk belajar, dan hari ini kami pulang dengan membawa pengalaman yang jauh lebih bermakna dari yang kami bayangkan. Kebudayaan bukan sekadar jejak masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga dan diwariskan,” ungkapnya.
Kegiatan penarikan berlangsung sederhana namun sarat makna. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, sesi foto bersama, serta ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara dunia akademik dan lembaga kebudayaan.
Program magang ini dinilai menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan dalam membangun kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Selain memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas mahasiswa, program tersebut juga menjadi kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa.
Dengan berakhirnya program magang tersebut, diharapkan kerja sama antara Universitas Hasanuddin dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar dapat terus diperkuat melalui berbagai program pelestarian dan pengembangan kebudayaan di masa mendatang.(**)


Appi: Korupsi Dana BOS Rampas Hak Masyarakat

Polda Sulsel Ungkap 225 Kasus Curat Selama Semester I 2026

Mahasiswa UBSI Serahkan Sistem Informasi Tracer Study Berbasis Web kepadaSMAIT Al-Mumtaz Pontianak

Trending
Makassar4 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Pendidikan3 minggu laluAchi Soleman Serahkan Reward untuk Sekolah dengan Progres Adiwiyata Terbaik
Internasional2 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah






