Terhubung dengan kami

Kab.Gowa

Lapas Narkotika Sungguminasa Gandeng Unhas Skrining Hepatitis B bagi Warga Binaan

Dipublikasikan

pada

Lapas Narkotika Sungguminasa skrining Hepatitis B

KATADIA MAKASSAR || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mendukung penuh pelaksanaan penelitian mahasiswa Program Magister (S2) Biomedik Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui kegiatan skrining Hepatitis B terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang digelar di Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa, Kamis (2/7).

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui prevalensi Hepatitis B di kalangan warga binaan sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang berpotensi menyebabkan penularan penyakit tersebut di lingkungan pemasyarakatan.

Pemeriksaan dilakukan secara gratis dengan pendampingan dosen Program Magister Biomedik Fakultas Pascasarjana Unhas, dr. Linda.

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Penyakit ini kerap berkembang tanpa gejala sehingga banyak penderitanya tidak menyadari telah terinfeksi.

Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi, hubungan seksual yang tidak aman, maupun penggunaan alat yang tidak steril.

Lingkungan lembaga pemasyarakatan dinilai memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap penyebaran penyakit menular karena sejumlah faktor risiko.

Oleh sebab itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi warga binaan sekaligus memberikan penanganan medis lebih cepat apabila ditemukan hasil yang reaktif.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

“Warga binaan merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap berbagai penyakit menular, termasuk Hepatitis B. Karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, maka deteksi dini melalui pemeriksaan seperti ini menjadi sangat penting.

Selain memberikan manfaat bagi penelitian ilmiah, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sehingga apabila ditemukan hasil yang reaktif dapat segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh warga binaan,” ujar Gunawan.

Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh data ilmiah mengenai prevalensi Hepatitis B beserta faktor-faktor risiko di lingkungan warga binaan.

Hasil penelitian tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperkuat langkah pencegahan, edukasi kesehatan, serta penanganan penyakit menular di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending