KATADIA GOWA || Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa kembali melaksanakan pemeriksaan tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat pembinaan dan pengamanan di lingkungan pemasyarakatan, Kamis (23/7).
Kegiatan yang dilakukan secara berkala ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh proses pembinaan berlangsung dalam lingkungan yang aman, tertib, kondusif, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Tes urine menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung program pembinaan kepribadian maupun rehabilitasi bagi warga binaan. Melalui pemeriksaan tersebut, potensi penyalahgunaan narkotika dapat dideteksi sejak dini sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Selain sebagai bentuk deteksi dini, kegiatan ini juga memperkuat sistem pengamanan di dalam lapas. Dengan terciptanya lingkungan yang bersih dari narkoba, stabilitas keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga sebagai fondasi utama keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan dan pengamanan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
“Tes urine bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi merupakan bagian dari komitmen kami menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan. Lingkungan yang bersih dari narkoba akan menciptakan suasana pembinaan yang lebih kondusif, sekaligus memperkuat aspek pengamanan melalui deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Kami ingin memastikan setiap warga binaan memperoleh kesempatan menjalani proses pembinaan secara maksimal dalam lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan, pelaksanaan tes urine secara rutin menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa dalam mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Upaya tersebut juga sejalan dengan penguatan budaya pembinaan yang berintegritas, peningkatan keamanan, serta persiapan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.