Terhubung dengan kami

Kesehatan

Dari Riset ke Aksi Nyata: Dosen Poltekkes Kemenkes Makassar Hadirkan Deteksi Dini Penyakit di Desa Opo, Kabupaten Bone

Dipublikasikan

pada

Poltekkes Kemenkes Makassar menggelar pemeriksaan kesehatan dan edukasi deteksi dini penyakit di Desa Opo, Bone, melibatkan 103 peserta dan inovasi YAFISERA.
Poltekkes Kemenkes Makassar pemeriksaan kesehatan di Desa Opo

KATADIA BONE || Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus dilakukan oleh dosen Poltekkes Kemenkes Makassar. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dosen kembali hadir di Desa Opo, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan dan memahami pentingnya deteksi dini penyakit.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu 6 September 2026 di Sekolah MDA AS’ADIYAH Desa Opo, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tersebut mengangkat tema “Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Penyakit melalui Pemeriksaan Laboratorium dalam Mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.”

Kegiatan dipimpin Yaumil Fachni Tandjungbulu, S.ST., M.Kes. selaku ketua tim pengabdi, bersama anggota Alfin Resya Virgiawan, S.ST., M.Si. dan Zaenab, SKM., M.Kes, serta mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar.

Sebanyak 103 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi glukosa darah, asam urat, kolesterol total, hemoglobin, tekanan darah, serta pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus.

Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang telah mengalami sakit, tetapi perlu dimulai melalui pencegahan dan pemeriksaan secara dini.

Hilirisasi Hasil Penelitian melalui YAFISERA

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah implementasi YAFISERA, produk inovasi hasil penelitian dosen Poltekkes Kemenkes Makassar yang digunakan untuk pemeriksaan golongan darah sistem ABO dan Rhesus.

YAFISERA dikembangkan dengan memanfaatkan serum sisa yang melalui proses pemurnian untuk menghasilkan antibodi spesifik dan stabil. Produk tersebut telah melalui proses pengujian validitas untuk memastikan kemampuan dalam mendeteksi antigen permukaan eritrosit melalui reaksi aglutinasi.

Pemanfaatan YAFISERA dalam kegiatan pengabdian menjadi bagian dari upaya menghilirkan hasil penelitian dari laboratorium ke masyarakat.

“Penelitian tidak seharusnya berhenti di laboratorium, publikasi, atau pengembangan produk. Penelitian harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. YAFISERA menjadi salah satu wujud bagaimana hasil riset kami diolah menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam pemeriksaan golongan darah,” ujar Yaumil Fachni Tandjungbulu, S.ST., M.Kes.

Berkelanjutan Sejak 2023

Kegiatan di Desa Opo juga bukan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pertama kalinya. Sejak tahun 2023, Desa Opo telah menjadi desa binaan dalam program pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Makassar.

Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen tim untuk membangun hubungan dan pendampingan masyarakat secara berkesinambungan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga edukasi, pencegahan, pemanfaatan inovasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Opo, khususnya Kepala Desa Opo, Bapak Anshar Wahid, S.Ag., beserta jajaran aparat desa.

Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Untuk memperluas cakupan edukasi kesehatan, kegiatan turut melibatkan Bapak Sudarianto, SKM., Kes., Koordinator Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Sulawesi Selatan, yang memberikan materi mengenai penanganan dini penyalahgunaan narkoba.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan institusi terkait dapat bersinergi untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan sadar terhadap berbagai faktor risiko kesehatan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap masyarakat Desa Opo semakin memahami pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak dini, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta melakukan langkah pencegahan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

Bagi Poltekkes Kemenkes Makassar, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bukti bahwa hasil penelitian dan inovasi dapat dihadirkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari penelitian lahir inovasi, dari inovasi lahir pengabdian, dan dari pengabdian tumbuh kesadaran untuk hidup lebih sehat. Desa Opo menjadi salah satu ruang nyata bagi perjalanan tersebut. ujar Yaumil Fachni Tandjungbulu, S.ST., M.Kes.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending