KATADIA GOWA || Brigjen TNI Parluhutan Marpaung menegaskan pentingnya pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat bela negara bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tingkat Pratama Tahun 2026 di Dodik Bela Negara Rindam XIV/Hasanuddin, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 23–28 Oktober 2026 ini diikuti siswa-siswi tingkat sekolah menengah atas dari sejumlah sekolah di Kabupaten Gowa. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta memiliki kesadaran terhadap tanggung jawabnya sebagai penerus bangsa.
Dalam keterangannya, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, dari lingkungan Kampus Bela Negara Kementerian Pertahanan, menyampaikan bahwa masa sekolah menengah atas merupakan periode penting bagi pelajar untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Menurutnya, kesungguhan dalam belajar, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi utama untuk melahirkan generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
“Tujuannya, kita mempersiapkan anak-anak kita, khususnya siswa sekolah menengah atas, supaya serius menyiapkan masa depan. Karena masa depan mereka adalah masa depan bangsa,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak berpotensi membuat generasi muda kehilangan fokus terhadap pendidikan, keluarga, serta pembentukan jati diri.
Brigjen Luhut mengingatkan agar para pelajar tidak terlena oleh perkembangan teknologi hingga melupakan tanggung jawab utama mereka sebagai siswa.
Ia menekankan bahwa kemajuan zaman harus diimbangi dengan penguatan karakter, budi pekerti, dan identitas kebangsaan agar generasi muda tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
“Jangan sampai karena pengaruh AI dan perkembangan teknologi, anak-anak kita kehilangan jati diri sebagai bangsa dan negara. Tugas anak-anak sekolah itu belajar, belajar, dan belajar, serta patuh kepada orang tua dan guru,” ujarnya.
Selain menyoroti penggunaan teknologi, Brigjen Luhut juga mengingatkan pentingnya menjauhkan diri dari berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan pelajar.
Ia menyinggung fenomena kenakalan remaja, seperti aksi begal, keterlibatan dalam geng motor, hingga tindakan demonstrasi yang berujung kerusuhan.
Menurutnya, pelajar harus mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta memprioritaskan pendidikan sebagai bekal untuk meraih cita-cita.
Ia berharap latihan bela negara dapat menjadi wadah pembinaan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, semangat persatuan, dan kesadaran hukum kepada para peserta.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Brigjen Luhut menegaskan bahwa pembentukan generasi unggul tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga harus didukung karakter yang kuat, sikap bertanggung jawab, dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Brigjen Luhut menyampaikan bahwa pelaksanaan latihan kader ini merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Pertahanan, jajaran TNI, dan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membina generasi muda sejak usia sekolah.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan diri, serta mempersiapkan masa depan melalui pendidikan dan kegiatan yang positif.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan potensi siswa berkemampuan istimewa telah membuka peluang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan melalui sejumlah jalur strategis.
Ia mencontohkan capaian pada awal 2026, yakni 27 calon penerbang, 100 siswa yang masuk Akademi TNI, dan 38 siswa yang diterima di Universitas Pertahanan.
Menurutnya, program akselerasi tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi siswa dengan kemampuan istimewa untuk mengembangkan potensi mereka secara lebih terarah.
Ia berharap para peserta KKRI dapat menjadikan kesempatan latihan bela negara sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi, disiplin, dan kesiapan menghadapi berbagai peluang pendidikan pada masa mendatang
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi kesehatan mental yang disampaikan oleh dr. Puspita Juwita.
Materi ini dinilai penting karena kesiapan generasi muda menghadapi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga kondisi mental yang sehat.
Dr. Puspita menjelaskan bahwa kesehatan mental berkaitan erat dengan kualitas belajar, produktivitas, serta kemampuan remaja mengelola tekanan agar tidak mudah terprovokasi.
Ia juga mendorong agar akses edukasi dan layanan kesehatan mental bagi remaja semakin mudah dijangkau melalui sekolah, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan dan jajaran TNI atas pelaksanaan latihan bela negara yang melibatkan pelajar di wilayahnya.
Ia berharap para orang tua dan guru turut memberikan dukungan serta motivasi kepada siswa agar mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sangat diperlukan untuk membentuk generasi muda yang berkualitas.
Melalui Latihan Kader Bela Negara KKRI Tingkat Pratama Tahun 2026, Brigjen Luhut berharap para pelajar mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, bijak memanfaatkan teknologi, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.