KATADIA MAKASSAR || Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan kompetensi lulusan, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap kerja.
Hal tersebut disampaikan dalam prosesi wisuda Politeknik LP3I Makassar (Polimak) yang berlangsung di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Selasa (27/10/2026).
Wisuda tersebut diikuti ratusan lulusan dari lima program studi pada jenjang Diploma Tiga (D3) dan Diploma Empat atau Sarjana Terapan. Salah satu capaian yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah sekitar 73 persen lulusan dilaporkan telah bekerja sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan dunia kerja melalui pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan praktis, kompetensi profesional, dan keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Dalam arahannya, Prof. Budu memberikan gambaran mengenai pentingnya perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia kerja.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta dunia industri. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kompetensi yang dimiliki lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Penguatan kemitraan dengan industri diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja bagi lulusan, tetapi juga mendorong perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor usaha.
Prosesi wisuda ini turut dihadiri Direktur Politeknik LP3I Makassar, Fiviyanti Hasim, S.Pd., M.Hum., Ketua Yayasan Global Mandiri Utama, Dr. H. Andy Oetary Putro, mitra industri, serta perwakilan sekolah SMA dan SMK.
Direktur Politeknik LP3I Makassar, Fiviyanti Hasim, dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan agar menjadikan momentum kelulusan sebagai awal untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga integritas dan profesionalisme.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi vokasi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan keterampilan, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Global Mandiri Utama, Dr. H. Andy Oetary Putro, berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater, terus mengembangkan potensi diri, serta memanfaatkan ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Selain prosesi wisuda, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau “Memorandum of Understanding” (MoU) antara Politeknik LP3I Makassar dan sejumlah mitra industri, yakni PT AirNav Indonesia, PT Mitra Sumber Daya Nusantara, dan PT Summarecon.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Melalui kemitraan ini, diharapkan terbuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan lulusan, baik melalui program magang, peningkatan kompetensi, rekrutmen tenaga kerja, maupun pengembangan sumber daya manusia sesuai ruang lingkup kesepakatan.
Kehadiran mitra industri dan perwakilan sekolah SMA/SMK juga mencerminkan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari pendidikan menengah, pendidikan tinggi vokasi, hingga dunia kerja.
Melalui momentum wisuda ini, Politeknik LP3I Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Dengan sekitar 73 persen lulusan yang dilaporkan telah bekerja sebelum wisuda, capaian tersebut menjadi gambaran positif bagi penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan pasar kerja.
Sinergi antara perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah IX, yayasan, dan mitra industri diharapkan terus berkembang guna mencetak sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.(**)