Terhubung dengan kami

PERISTIWA

Ketua Ormas Labolong Indonesia: “Kami Harap Kompas TV Serius Menanggapi Tuntutan Kami

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Ratusan massa aksi menyambangi kantor Kompas TV yang terletak di Jl. Pengayoman, Makassar, dalam sebuah demonstrasi yang berlangsung pada Kamis pagi. 25 Juli 2024

Massa memulai aksi mereka dengan longmarch dari Jalan Kerung-kerung, yang menjadi titik kumpul hasil konsolidasi, menuju kantor Kompas TV.

Dalam orasinya yang berlangsung di atas mobil pick-up yang dijadikan panggung orasi, salah satu orator menyampaikan tuntutan yang sama dengan yang tercantum di beberapa spanduk yang dibentangkan di pagar kantor Kompas TV.

Para pendemo menuntut pembebasan Daeng Accung dan Daeng Tutu dengan seruan, “Bebaskan Ayahanda Kami Daeng Accung dan Daeng Tutu.”

Tuntutan ini berakar dari dugaan fitnah terhadap Daeng Accung dan Daeng Tutu, yang dituduh melakukan pengrusakan terhadap alat atau kamera milik wartawan Kompas TV yang meliput sidang penetapan SYL dua minggu lalu.

Sejumlah ormas ternama di Makassar turut serta dalam aksi ini, di antaranya Pandawa Pattingalloang, Denboguard, Tombak Utara, Laskar Sinri’Jala Indonesia, Semut Hitam, Kiwal Garuda Hitam, Brigade Muslim Indonesia, Labolong, Tetta Bersama Rakyat, serta beberapa aktivis dan pemuda Sulsel.

Massa aksi juga menyatakan akan menjadikan halaman kantor Kompas TV sebagai tempat aksi mingguan jika tuntutannya tidak diselesaikan secara kekeluargaan.

Aksi yang berlangsung lebih dari satu jam ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak manajemen Kompas TV, yang mengundang perwakilan massa untuk berdiskusi di dalam ruangan.

Setelah 30 menit pertemuan, perwakilan massa menerima jawaban dari pihak Kompas TV yang menyatakan komitmen untuk memperjuangkan dan mengawal tuntutan tersebut hingga ke pusat, serta sepakat untuk menempuh jalur kekeluargaan.

Setelah pembacaan hasil kesepakatan, massa aksi membubarkan diri dan kembali dikomandoi oleh masing-masing penanggung jawab organisasi.

Ketua Ormas Labolong Indonesia, Rudy Tombak, menyatakan bahwa “Kami berharap pihak Kompas TV akan serius menanggapi tuntutan kami dan menyelesaikan masalah ini dengan adil dan transparan.”

Aksi ini menegaskan komitmen massa aksi untuk memperjuangkan hak dan keadilan, serta menunjukkan kekuatan solidaritas di Makassar.(Rilis)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending