Terhubung dengan kami

Kab Bone

Promkes dan PM Dinkes Bone Upayakan Kesehatan Lansia dengan Merumuskan Strategi Kolaboratif

Dipublikasikan

pada

Pertemuan Penguatan Upaya Kesehatan Lanjut Usia di Kabupaten Bone

KATADIA BONE || Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, melalui bidang Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes dan PM), melaksanakan kegiatan “Penguatan Upaya Kesehatan Lanjut Usia Bagi LP/LS, Rumah Sakit Rujukan LSM/NGO” di Novena Hotel.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi lansia, dengan fokus pada kolaborasi lintas sektor dan program, serta melibatkan berbagai pihak termasuk rumah sakit rujukan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Tenriawaru, Dr. Rizka, SpOk, serta dihadiri oleh perwakilan dari 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tiga rumah sakit di wilayah kota Bone, dan perwakilan lansia.

Kasie Promkes dan PM, H. Marzuki, SKM, M.Kes, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menghasilkan kesepakatan dan kerjasama yang efektif dalam

Dalam sambutannya, drg. H. Yusuf Tolo, M.Kes, menyatakan bahwa Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk lansia, yang membawa tantangan dalam bidang kesehatan.

Ia menekankan pentingnya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi lansia serta pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kualitas hidup yang baik.

Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai sektor, termasuk Bappeda, Dinas Koperasi, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, dan lainnya, untuk menciptakan lingkungan yang ramah lansia. Narasumber pertama, dr. Rizqah Aulyna Rachmat, Sp.PD, membahas “Sindrom Geriatri”, sementara Hamdiana, S.ST, M.Kes, RD, Ketua Pergazi, mengangkat tema “Gizi Lansia”, menyoroti pentingnya asupan gizi seimbang bagi lansia.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2020-2024 dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 19 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar dan Pelayanan Standar Minimum Bidang Kesehatan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini.

Hasil evaluasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lanjut Usia 2016-2019 menunjukkan bahwa banyak target belum tercapai, menunjukkan perlunya komitmen yang lebih kuat dan pemanfaatan jejaring kemitraan yang optimal.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, pembinaan kesehatan lanjut usia dapat lebih terarah, sinergis, dan komprehensif, mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif). Kasie Promkes dan PM, H. Marzuki, SKM, M.Kes, menutup acara dengan menekankan perlunya solusi konkret untuk tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan lansia. (DHANI)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending