Terhubung dengan kami

Kab Jeneponto

Lurah Bontorannu Buka Seminar Praktik Belajar Lapangan FKM Unhas di Jeneponto

Dipublikasikan

pada

KATADIA JENEPONTO || Kepala Kelurahan Bontorannu, Muh. Tamzil Bani, S.Ag., M.Pd., secara resmi membuka Seminar Praktik Belajar Lapangan (PBL) yang digelar oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sanggar Masyarakat Nasara Luar, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, pada 1 Februari 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala lingkungan, Imam Kelurahan Bontorannu, imam lingkungan, tokoh masyarakat, serta kader posyandu yang turut memberikan dukungan terhadap program ini.

PBL Unhas Berikan Edukasi Kesehatan Masyarakat

Koordinator PBL Unhas di Kelurahan Bontorannu, Sri Hartuti, menjelaskan bahwa program ini telah berlangsung selama dua minggu, dengan fokus pada edukasi kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan stunting dan peningkatan kesadaran tentang gizi seimbang.

“Kami dari Praktik Belajar Lapangan (PBL) telah memberikan ilmu tentang kesehatan masyarakat, baik terkait stunting maupun edukasi lainnya. Jika ada hal yang masih belum dipahami, insyaallah pada bulan Juni mendatang kami akan melakukan pemantapan lebih lanjut,” jelas Sri Hartuti.

Adapun rangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama PBL, antara lain:

  1. Seminar awal sebagai pembukaan program.
  2. Penyuluhan pernikahan anak dan lomba mading di SMPN 3 Bangkala.
  3. Penyuluhan pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting, yang dirangkaikan dengan lomba memasak di kantor lurah.
  4. Edukasi dan pemasangan poster tentang Keluarga Berencana (KB).
  5. Penyuluhan door-to-door tentang pemantauan tumbuh kembang anak.

Dukungan Pemerintah untuk Penanganan Stunting

Dalam sambutannya, Lurah Bontorannu Muh. Tamzil Bani menegaskan pentingnya penanganan stunting di wilayahnya.

“Kami mendengar bahwa ke depan akan ada program penanganan stunting dengan anggaran sebesar Rp100 juta yang akan diturunkan. Semoga ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk perbaikan gizi masyarakat,” ujar Lurah Bontorannu.

Sementara itu, Dosen Supervisor PBL FKM Unhas, Dr. Apik Indarty Moedjiono, SKM., M.Si., menyampaikan bahwa meskipun waktu pelaksanaan PBL cukup singkat, mahasiswa telah berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Apa yang telah diterapkan oleh mahasiswa dalam dua minggu ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara mencegah stunting serta meningkatkan edukasi kesehatan. Adapun kekurangan dalam pelaksanaan PBL kali ini, insyaallah akan kami perbaiki pada program berikutnya,” jelas Dr. Apik Indarty Moedjiono.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari edukasi yang diberikan. Program PBL diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Jeneponto.

Penulis : Muh. Sahir Tulung SE,
Editor : Anjas Abdullah.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending