Terhubung dengan kami

Kab Pangkep

Karutan Pangkajene Dampingi Kakanwil Jalin Sinergi dengan PLN UBP Barru

Dipublikasikan

pada

KATADIA PANGKEP || Dalam upaya memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan menjalin kerja sama strategis dengan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Barru, Selasa (27/5).

Kegiatan yang berlangsung di kantor PLN UBP Barru ini menjadi tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memperluas kemitraan dengan pihak eksternal. Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan limbah Fly Ash & Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku pembuatan paving blok yang akan menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian di berbagai Lapas dan Rutan di Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel, Rudy Fernando Sianturi, hadir langsung dalam kunjungan tersebut, didampingi oleh Kepala Rutan Kelas IIB Pangkajene, Irphan Dwi Sandjojo, serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, dan Kepala Rutan Kelas IIB Barru.

Dalam sambutannya, Rudy menegaskan pentingnya transformasi pemasyarakatan menuju arah yang lebih produktif dan kolaboratif. Ia menyebut bahwa reformasi kelembagaan yang kini membagi Ditjenpas menjadi tiga kementerian, termasuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi dalam hal pelatihan dan pemanfaatan tenaga WBP di bidang produksi paving blok. Ini adalah bagian dari transformasi pemasyarakatan yang berkelanjutan,” tegas Rudy.

Sesi diskusi terbuka bersama Manajer Unit PLN UBP Barru membahas potensi pemanfaatan FABA di sektor konstruksi ringan. Manajer PLN UBP Barru menyambut baik kerja sama ini dan berharap sinergi tersebut memberikan dampak positif, baik secara sosial maupun lingkungan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel menambahkan bahwa pelatihan teknis pengolahan FABA akan menjadi prioritas dalam program pembinaan. Selain membuka peluang kerja bagi WBP usai menjalani masa pidana, langkah ini juga memperkuat kontribusi Pemasyarakatan terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, rombongan melakukan peninjauan langsung ke area produksi paving blok dan area intake di lingkungan PLN UBP Barru. Kunjungan ini menjadi simbol nyata dari awal komitmen kedua belah pihak untuk membangun kerja sama produktif yang tidak hanya meningkatkan kapasitas warga binaan, tetapi juga mendukung pemanfaatan material ramah lingkungan seperti FABA.

Antusiasme dan semangat sinergi dari kedua belah pihak tampak jelas selama kegiatan berlangsung, menandai awal dari kolaborasi konkret antara dunia Pemasyarakatan dan industri dalam membangun program pembinaan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending