KATADIA MAKASSAR || Sebanyak lima orang mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi dilepas oleh Kepala SMP Negeri 15 Makassar, Herni Marlinda, S.Pd., M.Pd., setelah menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di sekolah tersebut. Senin 2 Juni 2025
Acara pelepasan dilangsungkan secara sederhana namun khidmat di ruang kepala sekolah, yang juga ditandai dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah.
Salah satu mahasiswa peserta PPG, A. Hilman Khadri, menyampaikan kesannya selama menjalani proses asistensi di SMPN 15 Makassar.
“Kami selama ini melakukan asistensi terhadap cara belajar mengajar dari guru pamong yang ada di sekolah. Banyak ilmu dan pengalaman praktis yang kami dapatkan,” ungkap Hilman.
Sementara itu, guru pamong SMPN 15 Makassar, Andika, memberikan apresiasi atas kerja keras para mahasiswa. “Selama enam bulan mereka mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Alhamdulillah, mereka menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi. Kami berharap ke depannya, mereka bisa menjadi tenaga pendidik yang lebih profesional,” ujar Andika.
Dosen pembimbing dari UNM, Dr. Yasriuddin, M.Pd., turut hadir dalam kegiatan pelepasan dan menyampaikan dukungan serta ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memfasilitasi proses pembelajaran mahasiswa PPG.
Kepala SMPN 15 Makassar, Herni Marlinda, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapan besar kepada para mahasiswa setelah menyelesaikan masa PPG.
“Saya berharap setelah selesai PPG ini, para mahasiswa mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik, dan insya Allah bisa menjadi guru yang profesional.
Yang terpenting, mereka bisa meneladani hal-hal positif yang telah diperoleh di sekolah melalui bimbingan guru pamong,” ungkap Herni.
Ia juga mendorong agar para lulusan PPG nantinya dapat menciptakan ide-ide dan inovasi baru yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dunia pendidikan.
Acara ini menandai akhir dari masa praktik lapangan mahasiswa PPG UNM di SMPN 15 Makassar, yang telah berjalan selama enam bulan.
Momen tersebut menjadi bukti sinergi positif antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah mitra dalam mencetak calon-calon guru profesional masa depan.(**)