Terhubung dengan kami

Kab Bone

Menggugah Semangat Perjuangan: Silaturahmi Nasional Keturunan La Temmu Page Arung Labuaja di Bone

Dipublikasikan

pada

KATADIA BONE || Semangat kepahlawanan kembali menggema di Tanah Bone melalui ajang silaturahmi nasional yang mempertemukan keturunan La Temmu Page Petta Parenring Arung Labuaja, salah satu panglima perang legendaris Kerajaan Bone.

Acara ini tak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga ajang untuk mengenang perjuangan besar tokoh pejuang kemerdekaan melawan penjajah Belanda.

La Temmu Page Arung Labuaja dikenal sebagai sosok panglima tangguh, jujur, dan tegas menolak candu yang saat itu marak di kalangan bangsawan. Ia adalah bagian penting dari sejarah perlawanan Bone terhadap Belanda, bersama Lapawawoi Karaeng Sigeri, Raja Bone ke-XXXI, dan putranya Petta Ponggawae (Abdul Hamid Baso Pagilingi) yang turut menunjukkan keberanian dalam Perang Bone tahun 1905.

Meski pasukan Belanda datang dengan perlengkapan militer lengkap di bawah pimpinan Kolonel Van der Wedden dan berhasil merebut Saoraja (Istana Raja) di Watampone pada 30 Juli 1905, semangat perlawanan rakyat Bone tak pernah surut.

Lapawawoi Karaeng Sigeri bersama Petta Ponggawae dan para panglima, termasuk Arung Labuaja, terus melakukan perlawanan dengan taktik berpindah-pindah dari Palakka hingga ke Bulu Awo, lokasi gugurnya Petta Ponggawae.

Dalam perang gerilya tersebut, Arung Labuaja menyembunyikan identitas kebangsawanannya dan hidup sebagai rakyat biasa di Sinjai dengan nama Petta Tuang. Di sinilah salah satu keturunannya, Petta Sattuang, kemudian menetap, melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan integritas yang diwariskan.

Untuk mengenang jasa dan mempererat tali silaturahmi antar keturunan dan kerukunan keluarga, tiga agenda utama digelar di Kabupaten Bone:

1. Senam Bersama
Acara dimulai dengan kegiatan senam pagi dihadiri Bupati Bone H.A. Fahsar M. Padjalangi, M.Si., Wakil Bupati Bone Dr. H. Ambo Dalle, serta tamu kehormatan Hakim Agung H. Andi Ibrahim, S.H., M.H. Masyarakat dari berbagai usia, termasuk lansia, tampak antusias mengikuti kegiatan ini dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

2. Ziarah ke Makam Raja-Raja Bone
Usai senam, rombongan melanjutkan agenda ziarah ke kompleks makam Raja-Raja Bone di Masjid Tua Al Mujahidin, Watampone. Di tempat ini, penghormatan dilakukan untuk mengenang jasa besar para tokoh pejuang, termasuk La Temmu Page Arung Labuaja.

3. Makan Siang & Ramah Tamah
Setelah shalat dzuhur, para peserta berkumpul untuk menikmati makan siang khas Bugis di Rumah Makan Seruni Bajoe, dilanjutkan dengan acara puncak di Ballroom Sentosa Novena Hotel.

Acara ini diisi dengan sambutan, hiburan, dan sesi foto bersama yang sarat dengan rasa persaudaraan dan semangat melestarikan nilai-nilai luhur perjuangan.

Silaturahmi nasional ini menjadi momen berharga untuk memperkuat jalinan kekeluargaan antar keturunan pejuang serta mengenang sejarah panjang perjuangan melawan penjajahan, yang diwariskan oleh tokoh besar seperti La Temmu Page Petta Parenring Arung Labuaja.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending