Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Warga Prasejahtera

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap pendidikan warga prasejahtera saat menerima audiensi dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM) di ruang kerjanya, Balai Kota Makassar, Rabu (2/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, KPRM menyampaikan keresahan masyarakat terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya jalur domisili dan afirmasi pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Banyak keluarga kurang mampu kebingungan menghadapi sistem pendaftaran yang kini berbasis digital, ditambah keterbatasan akses informasi dan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan semua anak mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.

“Saya sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh KPRM. Masalah pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu, menjadi perhatian utama kami. Pemerintah akan terus hadir, mengawal, dan mencari solusi atas setiap hambatan yang dihadapi warga,” ujar Aliyah.

Ia menekankan pentingnya penguatan sosialisasi dan pendampingan terhadap masyarakat, khususnya mereka yang kurang memahami sistem digital.

“Kami tidak hanya mengandalkan sistem, tapi juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Pemerintah harus menjadi jembatan, bukan sekadar regulator,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, turut memberikan penjelasan teknis mengenai alur PPDB. Ia memaparkan bahwa jalur pendaftaran terdiri atas domisili, afirmasi, dan mutasi. Warga diimbau mendaftar di lebih dari satu sekolah guna mencegah penumpukan pendaftar.

Achi juga menyampaikan bahwa jalur afirmasi memberikan kuota khusus bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan penyandang disabilitas yang terdata dalam sistem TKS. Di jenjang SD, tersedia kuota hingga 28 anak per kelas.

Tak hanya itu, ia menyebutkan keberadaan 30 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Makassar sebagai upaya pemerintah menjangkau anak-anak putus sekolah dan mereka yang melewati batas usia pendidikan formal. SKB tersebut menyediakan pelatihan seperti menjahit, seni, dan olahraga.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Makassar, I Nyoman Aria Purnabhawa, juga menyampaikan bahwa kuota afirmasi untuk jenjang SMP mencapai 150 siswa, semuanya telah tercatat dalam sistem TKS.

Audiensi berlangsung penuh dialog dan konstruktif. KPRM mengapresiasi keterbukaan Wakil Wali Kota Makassar dalam mendengar langsung keluhan rakyat kecil dan berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju perubahan nyata di lapangan.

Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota, antara lain Fathur Rahim (Kepala Badan Kesbangpol), Achi Soleman (Kepala Dinas Pendidikan), dan I Nyoman Aria Purnabhawa (Sekretaris Dinas Sosial).

Sementara dari pihak KPRM hadir Koordinator Nurlina, Sekretaris Ramlah, Penasehat Dg Caya, serta perwakilan divisi masing-masing: Dg Nurung dan Yusrina (Divisi Pendidikan), Hasma (Divisi Kesehatan), dan Syachria (Divisi Ekonomi). (*)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending