Terhubung dengan kami

Kab Barru

Tim Pengabdian UNHAS Dorong Transformasi Pertanian Cerdas di Mareppang Barru

Dipublikasikan

pada

KATADIA BARRU || Tim Program Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (PPMU-PK UNHAS) kembali menunjukkan kiprahnya dalam memberdayakan masyarakat melalui sentuhan teknologi. Dipimpin oleh Prof. Dr. Arifin MT, tim ini melakukan survei awal di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru sebagai bagian dari implementasi Program Kemitraan (PK) bertajuk pertanian cerdas.

Kehadiran tim UNHAS disambut antusias oleh warga, khususnya Kelompok Tani To Nepo dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kasih Ibu Mareppang. Program ini bertujuan menjawab tantangan pertanian masa kini melalui pendekatan teknologi yang praktis dan aplikatif.

Dalam sambutannya, Prof. Arifin menegaskan bahwa program ini membawa tiga pilar utama teknologi pertanian modern, yaitu Internet of Things (IoT), Sistem Irigasi Cerdas, dan Otomatisasi Hidroponik. Ketiganya diharapkan menjadi solusi bagi para petani untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada cara konvensional, serta mempermudah akses terhadap data yang akurat untuk pengambilan keputusan.

“Melalui sistem irigasi cerdas dan perangkat IoT, petani bisa mengetahui kebutuhan air tanaman secara real-time tanpa bergantung pada prediksi manual. Ini akan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas lahan,” ungkap Prof. Arifin.

Tak hanya itu, teknologi hidroponik otomatis turut diperkenalkan sebagai alternatif pertanian ramah lingkungan. Sistem ini memungkinkan penanaman di lahan sempit dengan hasil maksimal melalui pengaturan nutrisi yang terkomputerisasi.

Ketua KWT Kasih Ibu Mareppang, Sumriani, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan dari tim UNHAS.

“Kami merasa didukung dan semakin semangat belajar. Semoga teknologi ini membawa perubahan nyata bagi petani di sini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Darman, pengurus Kelompok Tani To Nepo Mareppang, menyambut baik program kemitraan ini.

“Ini langkah maju bagi kami. Tidak hanya alatnya yang modern, tapi kami juga diajarkan cara berpikir baru dalam bertani,” tuturnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga membangun mindset dan kolaborasi antara akademisi dengan masyarakat desa. Pendekatan partisipatif yang digunakan membuat warga terlibat langsung dalam setiap proses, mulai dari perencanaan hingga pelatihan.

Menurut Prof. Arifin, yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang.

“Kami percaya, langkah kecil ini akan membuka jalan menuju pertanian masa depan yang lebih cerdas dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Semangat perubahan dari Dusun Mareppang menjadi bukti bahwa pertanian modern bukan hanya impian kota, tapi juga harapan nyata dari desa.
Mabarakka! Terima kasih atas antusiasme dan semangat kolaboratif dari seluruh masyarakat Mareppang.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending