Terhubung dengan kami

POLITIK

Sekretaris DPD PKS Bulukumba dukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Dipublikasikan

pada

KATADIA BULUKUMBA || Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, Dr. Supriadi, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Seruan ini disampaikan pada Minggu, 13 Juli 2025, sebagai bentuk dukungan terhadap peran strategis seorang ayah dalam pembentukan karakter anak dan ketahanan keluarga.

Sekretaris DPD PKS Bulukumba inivmenanggapi kritik yang kerap diarahkan kepada gerakan tersebut, terutama anggapan bahwa gerakan ini menyakiti perasaan anak-anak yang tumbuh tanpa sosok ayah. Ia menilai bahwa kritik tersebut bersifat emosional dan kurang tepat dalam memahami esensi dari gerakan ini.

Lulusan Doktor Jepang ini menjelaskan,“Saya ingin menjawab satu kritik yang sering muncul soal Gerakan Ayah Teladan Indonesia, katanya gerakan ini menyakiti anak-anak yang tidak memiliki ayah. Jujur ini kritik yang emosional tapi tidak tepat.”

Putra Tunggal ini menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap banyaknya sosok ayah yang hadir secara fisik, namun tidak hadir secara emosional dalam kehidupan anak-anak mereka.

Gerakan ini, lanjutnya, justru berangkat dari semangat untuk menyadarkan para ayah agar benar-benar hadir dan mendampingi tumbuh kembang anak mereka secara utuh.

“Gerakan ini tidak pernah dimaksudkan untuk mengecilkan siapapun, justru lahir dari keprihatinan kehadiran ayah yang ada secara fisik tapi tidak secara emosional. Tentang ini menyadarkan ayah yang masih bisa hadir agar mereka betul-betul hadir di sisi anak mereka,” tambahnya dengan senyum khasnya.

Adi panggilan akrabnya, juga mengakui bahwa memang ada anak-anak yang tumbuh hanya bersama sosok ibu, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya penguatan peran ayah dalam keluarga. Ia menekankan bahwa mengingatkan peran ayah adalah bentuk tanggung jawab sosial, bukan tindakan diskriminatif.

“Apakah karena itu kita harus berhenti mengingatkan peran seorang ayah? Mengingatkan peran seorang ayah bukanlah bentuk diskriminasi, tapi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kita,” jelasnya.

Beliau menyebutkan bahwa selama ini masyarakat masih memiliki pandangan bahwa peran ayah cukup dengan bekerja di luar rumah. Padahal, peran ayah juga mencakup kehadiran emosional yang kuat dalam kehidupan anak-anak.

“Kita harus jujur bahwa selama ini peran ayah sering kali dianggap cukup kalau mereka bisa bekerja di luar rumah, padahal peran ayah juga adalah mendampingi, memperhatikan, memeluk anak kita dan mendampingi perkembangan emosional anak kita,” tegasnya.

Menurutnya, Gerakan Ayah Teladan Indonesia merupakan gerakan yang ingin mengembalikan makna ayah secara utuh dalam konteks keluarga. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan untuk menyindir atau mengecualikan siapa pun, melainkan sebagai upaya menyembuhkan dan menginspirasi perubahan positif.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending