KATADIA BARRU || Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Nur Hasbiah Main, S.So., M.AP, menggelar kegiatan reses di Dusun Laju, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Jumat (25/7/2025).
Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian.
“Reses adalah forum resmi untuk mendengar suara rakyat. Saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya para petani, agar sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa bisa diperhatikan lebih serius,” ujar Nur Hasbiah dalam sambutannya.
Dalam sesi dialog yang berlangsung akrab dan interaktif, warga menyampaikan sejumlah persoalan, terutama ketersediaan pupuk bersubsidi yang masih menjadi kendala di lapangan.
Firman, salah satu tokoh masyarakat, mengungkapkan bahwa banyak petani di Desa Lawallu kesulitan mendapatkan pupuk tepat waktu.
“Pupuk datang tidak sesuai waktu tanam, kadang jumlahnya juga terbatas. Kami berharap ini jadi perhatian,” ucapnya.
Selain pupuk, masalah pengairan sawah dan keterbatasan lahan bagi petani penggarap juga menjadi topik utama. Warga berharap ada intervensi dari pemerintah provinsi dalam bentuk program pendukung seperti rehabilitasi irigasi dan bantuan alat pertanian.
Tak hanya fokus pada pertanian, masyarakat juga mengusulkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Lawallu. RTH tersebut diharapkan bisa menjadi sarana edukatif, tempat bermain anak, dan ruang interaksi sosial warga.
Nur Hasbiah menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan akan membawa aspirasi warga ke DPRD Provinsi Sulsel untuk dikawal pada pembahasan anggaran dan program.
“Setiap masukan yang disampaikan warga akan saya catat dan perjuangkan. Tugas kami adalah menjembatani kebutuhan masyarakat ke kebijakan provinsi yang berpihak pada rakyat,”
Turut hadir dalam kegiatan reses ini Kepala Desa Lawallu, Raswadi, Kepala BPP Soppeng Riaja dan Mallusetasi, Babinsa, penyuluh pertanian, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
Kegiatan ditutup dengan dialog terbuka dan foto bersama, menandai komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen di akar rumput.(**)