KATADIA MAKASSAR || Dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak serta mencegah risiko stunting, Kampung KB Malimongan melaksanakan kegiatan integrasi antara Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) secara terpadu. Kegiatan ini menjadi salah satu inovasi lapangan yang menggabungkan layanan kesehatan, edukasi pengasuhan, dan intervensi gizi dalam satu rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Selasa 16 Juli 2025
Pelaksanaan kegiatan diisi dengan berbagai layanan terpadu, seperti pemantauan tumbuh kembang balita, penyuluhan kesehatan keluarga, serta pembinaan pola asuh anak usia dini. Sinergi antara Penyuluh KB, kader BKB, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat membuat kegiatan ini berjalan dengan efektif dan menyeluruh.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemberian makanan bergizi tinggi dengan double protein hewani, seperti telur dan daging ayam, kepada keluarga yang memiliki balita berisiko stunting. Langkah ini merupakan bagian dari intervensi gizi spesifik untuk mendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) β masa emas yang menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.
Kepala Kampung KB Malimongan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata dari semangat kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.
βKegiatan integrasi ini tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga. Dengan edukasi dan dukungan gizi, kita ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh optimal,β ujarnya.
Selain memberikan edukasi kepada para orang tua tentang pentingnya pola makan bergizi dan perawatan kesehatan anak, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.
Sinergi lintas sektor yang terjalin di Kampung KB Malimongan diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam pelaksanaan program Bangga Kencana, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menekan angka stunting di Kota Makassar.