PERISTIWA
Plat Lantai 2 Bangunan Kelas MIN 2 Takalar Ambruk Saat Pengecoran, Kontraktor Tegaskan Siap Bertanggung Jawab
Dipublikasikan
8 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA TAKALAR || Proses pembangunan ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Takalar mengalami insiden ambruk pada Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 18.00 Wita.
Bagian plat lantai 2 yang tengah dalam proses pengecoran secara bertahap tersebut roboh pada dua segmen awal. Peristiwa ini terjadi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi ruang kelas bertingkat yang direncanakan terdiri dari enam ruang kelas.
Ketua Tim Pengadaan Barang dan Jasa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Supriyadi Alwi, menjelaskan bahwa pengecoran dilakukan secara bertahap pada tiga segmen. Segmen pertama dan kedua mengalami roboh ketika proses pengecoran sedang berlangsung. Meski begitu, proses pada segmen ketiga tetap dilanjutkan karena material readymix sudah tersedia dan wajib dipergunakan segera.
“Segmen ketiga Alhamdulillah aman, tidak terjadi apa-apa sampai hari ini. Material readymix sudah ready, jadi kontraktor terpaksa melanjutkan agar tidak terbuang sia-sia,” ujar Supriyadi.
Dalam insiden tersebut, tidak ada korban jiwa. Hanya satu pekerja dilaporkan mengalami benjol akibat terjatuh, namun kondisinya dinyatakan sehat dan tetap bekerja.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Hanya satu tukang yang mengalami benjol ringan dan saat ini kondisinya baik,” tambahnya.
Sehari setelah kejadian, Kemenag Sulsel memanggil seluruh pihak terkait termasuk kontraktor pelaksana, konsultan perencana, dan konsultan pengawas untuk dimintai keterangan. Ketiga pihak mengaku telah menjalankan prosedur sesuai dengan spesifikasi dan SOP yang berlaku, termasuk urutan teknis pengecoran balok sebelum plat lantai.
Namun hingga kini belum ditemukan penyebab pasti robohnya dua segmen plat lantai tersebut.
“Ini juga menjadi pertanyaan bagi semuanya. Spesifikasi teknis diyakini sudah sesuai kontrak. Tidak ada besi yang patah, hanya melengkung. Artinya speknya memenuhi. Analisa sementara kemungkinan ada masalah pada perancah atau penyangga,” jelas Supriyadi.
Pihak Polda Sulsel juga telah meminta klarifikasi dari seluruh pihak terkait. Supriyadi menegaskan bahwa kepolisian tidak memperkarakan kasus tersebut, melainkan memastikan pekerjaan tetap dilanjutkan dan penanganan dilakukan sesuai ketentuan.
Kemenag Sulsel menegaskan bahwa segala kerugian akibat ambruknya konstruksi ini menjadi risiko kontraktor. Tidak ada kompensasi ataupun penambahan anggaran dari pemerintah.
“Ini murni menjadi risiko pihak pelaksana. Kami tidak memberikan kompensasi tambahan. Dalam kontrak sudah jelas, kecuali force majeure. Sementara kejadian ini bukan kategori force majeure,” tegasnya.
Setelah rapat dengan pimpinan, disepakati bahwa pengerjaan akan segera dilanjutkan. Proses pembersihan lokasi telah dilakukan 2 hingga 3 hari setelah insiden, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan ulang kolom dan persiapan pengecoran ulang.
“Target tetap Desember. Ini adalah proyek prioritas nasional dari SBSN. Pekerjaan tidak boleh berhenti, dan penyedia juga menyatakan siap bertanggung jawab menyelesaikan konstruksi,” kata Supriyadi.
Pembangunan ruang kelas dua lantai tersebut menghabiskan nilai kontrak sebesar Rp2.548.500.000, terdiri dari enam ruang kelas beserta fasilitas pendukung seperti toilet dan selasar.(**)
Anda juga mungkin suka


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar5 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






