Terhubung dengan kami

Kab Bone

Libur Panjang Akhir Tahun, Kadisdik Ajak Orang Tua Maksimalkan Waktu Bersama Anak

Dipublikasikan

pada

Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menetapkan jadwal libur sekolah semester ganjil

KATADIA BONE || Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menetapkan jadwal libur sekolah semester ganjil dengan menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta menyesuaikan dengan Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 di masing-masing daerah.

Di Kabupaten Bone, libur sekolah untuk jenjang TK, SD, dan SKP dimulai pada 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Sementara itu, penerimaan rapor dijadwalkan pada 20 Desember 2025. Peserta didik akan kembali masuk sekolah pada 5 Januari 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., mengimbau para orang tua untuk memanfaatkan momen libur panjang ini guna mempererat hubungan dengan anak.

“Pemanfaatan libur sekolah harus lebih efektif. Kedekatan orang tua dan anak perlu diperkuat, baik dari sisi pengasuhan maupun bonding,” ujar Edy, Senin (15/12/2025).

Melalui surat edaran tersebut, satuan pendidikan diminta tidak membebani murid dengan pekerjaan rumah (PR) maupun proyek liburan yang berlebihan, terlebih yang berpotensi menimbulkan beban biaya bagi orang tua.

Sekolah juga diminta menyampaikan pesan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai upaya menjaga keselamatan peserta didik selama masa liburan. Selain itu, sekolah diharapkan memberikan imbauan kepada orang tua atau wali murid terkait aktivitas sederhana yang dapat dilakukan bersama anak, seperti memasak, membersihkan rumah, membangun komunikasi yang baik, mendengarkan pengalaman anak di sekolah, serta mendorong budaya literasi.

Aktivitas bercocok tanam juga dapat menjadi pilihan menarik karena mampu mengajarkan proses tumbuh kembang tanaman sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter pada anak.

“Di dalamnya terdapat penanaman karakter anak,” kata Edy.

Orang tua juga dianjurkan mengajak anak beraktivitas di ruang terbuka untuk mengenal alam dan lingkungan sekitar. Menurut Edy, kegiatan liburan semacam ini tidak harus mengeluarkan biaya mahal.

“Yang utama adalah kedekatan dan waktu berkualitas antara orang tua dan anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan langsung orang tua dalam berbagai aktivitas positif selama libur sekolah juga efektif mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

“Selama ada aktivitas yang menarik dan orang tua mendampingi, anak akan lebih fokus pada pengalaman nyata dibandingkan layar. Mereka merasa diperhatikan sehingga liburan menjadi lebih bermakna,” lanjutnya.

Edy berharap para orang tua dapat menyiapkan jadwal liburan yang seimbang antara waktu istirahat, aktivitas kreatif, dan kebersamaan keluarga. Dengan demikian, libur sekolah tidak hanya menjadi masa jeda, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh serta memperkuat hubungan keluarga dan tali silaturahmi.

(ANDIS)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending