KATADIA BONE || Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 6i Kabupaten Bone yang diperuntukkan bagi jenjang SD ada dua kelas dan SMP, SMA, masing masing satu kelas mulai menerima Rapor, Sabtu (20/12/2025).
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bone, H.Ilham menghadiri kegiatan Perdana Penerimaan Rapor di Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati sebagian Gedung Balai Latihan Tenaga Kerja di poros Watampone Bajoe, Kelurahan Bajoe , Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
Turut mendampingi, Sekretaris Dinas Sosial Bendahara Nur Budaya dan para orang tua siswa serta Kepala Sekolah Rakyat SRT 61 dan jajarannya.
Dalam sambutannya, H.Ilham menyampaikan rasa syukur Bone menjadi salah satu Kabupaten di Indonesia yang memiliki Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah, Bone termasuk di dalamnya dengan program lengkap, sebelumnya sudah ada tipe 1B khusus untuk jenjang SMP yang telah di-launching oleh Bupati,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan sekolah rakyat merupakan peluang besar bagi anak-anak Bone untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Yang perlu disiapkan orang tua adalah mental, karena anak-anak akan dibina dengan aturan ketat demi kebaikan mereka. Kami berharap para orang tua ikhlas menitipkan anaknya untuk dididik, dan Insya Allah alumni Sekolah Rakyat akan mendapat perhatian hingga ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Lanjut H.Ilham menambahkan, pola pendidikan di sekolah rakyat berbeda dengan sekolah biasa karena siswa diasramakan. Hal ini, katanya, akan membentuk karakter dan kemandirian anak.
Sementara Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi SRT 61 Bone Resky Januarty, S.Pd.,M.Pd mengatakan, siswa sekolah rakyat mendapat fasilitas kesehatan gratis serta perlengkapan kebutuhan harian seperti alat mandi, perlengkapan tidur, dan perlengkapan sekolah.
“Selain itu, disiapkan makan pagi, siang, dan malam dan beberapa tambahan makanan bergizi. Jadi tiga kali makan, dua kali snack,” jelasnya.
Raut bangga dan harapan besar tanpak jelas diwajah para siswa dan orang tua saat terima rapor diruang kelas masing masing.
Sebelumnya beberapa tata tertib dibacakan mulai kunjungan orang tua sampai pada tata tertib siswa selama liburan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi dibawah Dinas Sosial namun secara teknis tetap menyesuaikan aturan Kemendikdasmen
yakni jadwal penerimaan rapor sampai jadwal mulai kembali belajar termasuk tatacara Penerimaan Rapor dimana setiap siswa didampingi orang tua sembari guru menyampaikan perkembangan anak didik selama ini dan hal yang wajib dikerjakan selama liburan.
Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Negeri lainnya semua kegiatan dimasa liburan difasilitasi dengan alat tulis menulis dan buku mulai pembuatan video untuk jenjang SMA dan jenjang SD dengan Buku Gambar dan Pensil warna dan lainnya.
Salah seorang siswi Nurul Fahira menaruh harapan besar untuk cita cita kedepannya yang sebelumnya pernah tidak bersekolah selama 2 tahun dan berterimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto semoga alumni pertama yang dia Sandang bisa meraih cita-citanya (ANDIS)