Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Dukungan Publik Menguat, Pemkot Makassar Dorong Percepatan Proyek PSEL di TPA Antang

Dipublikasikan

pada

Dukungan publik terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah terus menguat.

KATADIA MAKASSAR || Dukungan publik terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah terus menguat. Upaya menghadirkan solusi modern melalui pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa dinilai sebagai terobosan strategis dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka potensi energi baru bagi kota.

Penguatan dukungan tersebut sejalan dengan langkah Pemkot Makassar yang terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penentuan lokasi proyek. Rencana pembangunan PSEL bahkan mendapat respons positif dari berbagai kalangan pemerhati publik.

Hal ini semakin menguat usai Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang membahas percepatan realisasi proyek strategis tersebut.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Makassar telah mengusulkan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, sebagai lokasi pembangunan PSEL. Lokasi ini dinilai siap dan strategis untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah modern.

Pemerhati publik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras Md, menyebut keputusan tersebut selaras dengan aspirasi mayoritas masyarakat. Berdasarkan hasil survei lembaganya, dukungan publik terhadap proyek PSEL tergolong sangat tinggi.

“Sebanyak 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan atau dituntaskan. Sementara hanya 3,8 persen yang tidak setuju, dan sisanya tidak memberikan jawaban,” ungkapnya, Kamis (2/4/2026).

Survei tersebut juga mengukur preferensi masyarakat terkait lokasi pembangunan. Hasilnya, sebanyak 43,3 persen responden memilih TPA Tamangapa Antang sebagai lokasi paling tepat, disusul 27,3 persen yang menginginkan tetap di Tamalanrea, 6,0 persen memilih lokasi alternatif lain, dan 23,3 persen tidak memberikan jawaban.

Survei dilakukan menggunakan metode multi stage random sampling terhadap 600 responden yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar. Margin of error tercatat sebesar ±4,08 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dengan pengumpulan data pada Februari 2026.

Menurut Ras Md, tingginya dukungan tersebut menjadi legitimasi kuat bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus mengawal proyek strategis ini agar berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Dengan basis dukungan publik yang kuat, pembangunan PSEL di Makassar berada di jalur yang tepat dan berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendorong percepatan pembangunan proyek PSEL yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurutnya, pembangunan PSEL di kawasan TPA Tamangapa Antang merupakan pilihan paling efisien, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan. Selain tidak memerlukan pemindahan sampah ke lokasi baru, langkah ini juga mampu menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau kita bangun di lokasi baru, tentu membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk transportasi sampah. Sementara kalau di TPA, jaraknya dekat sehingga biaya pengangkutan bisa lebih efisien dan terkontrol,” ujar Munafri.

Ia juga menilai dari sisi sosial, kawasan TPA Antang lebih aman karena telah lama difungsikan sebagai lokasi pembuangan akhir, sehingga potensi penolakan masyarakat relatif kecil.

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya besar dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa PSEL bukan satu-satunya solusi.

“PSEL ini salah satu cara paling ampuh untuk mengurangi persoalan sampah. Tapi kontribusinya mungkin hanya sekitar 14 hingga 15 persen, sehingga tetap harus ada langkah lain yang berjalan paralel,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai pendekatan terbaik adalah memusatkan seluruh proses pengelolaan sampah di kawasan TPA guna meningkatkan efisiensi operasional, khususnya dalam transportasi dan pengolahan.

Selain itu, Munafri juga memastikan bahwa lokasi TPA Tamangapa Antang telah memenuhi persyaratan teknis pembangunan PSEL, termasuk ketersediaan sumber air di sekitar kawasan tersebut.

Dengan dukungan publik yang kuat dan kesiapan pemerintah daerah, pembangunan PSEL di Makassar diharapkan menjadi tonggak transformasi menuju kota yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending