KATADIA MAKASSAR || Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib menyasar kelompok 3B, yakni balita non-PAUD, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui).
Hal tersebut disampaikan A. Irwan Bangsawan sebagaimana dilansir Tribun-Timur.com, Senin (23/2/2026). Menurutnya, pelaksanaan program tersebut mengacu pada edaran Badan Gizi Nasional yang menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis ini wajib menyasar balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kelompok ini menjadi prioritas karena sangat membutuhkan asupan gizi yang memadai untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak,” ujar Irwan Bangsawan.
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi bagi kelompok 3B merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar. Asupan gizi yang cukup dan seimbang sejak masa kehamilan hingga usia dini dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Meski demikian, Irwan mengakui pelaksanaan Program MBG di Kota Makassar masih perlu dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok sasaran.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader di lapangan, maupun masyarakat, untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Ini bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita. Ketika kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terpenuhi, maka kita sedang menyiapkan generasi Makassar yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting,” katanya.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Kota Makassar berharap pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok rentan dapat terus ditingkatkan sehingga upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas dapat tercapai secara berkelanjutan.(**)