KATADIA MAKASSAR || Forum Sekolah Adiwiyata (FSA) menginisiasi kegiatan koordinasi sebagai tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap sekolah peserta program Adiwiyata tahun 2026.
Kegiatan koordinasi tersebut mempertemukan 4 Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM), 30 Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN), dan 4 Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten/Kota (CSAK) di Gedung PT Penerbit Erlangga, Jalan Letjend Hertasning, Makassar, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil monev, khususnya terhadap sekolah yang telah dinyatakan lolos pada tahapan soft file. Koordinasi juga menjadi ruang bagi sekolah untuk mengetahui sejumlah catatan yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki tahapan penilaian selanjutnya.
Adapun proses monev terhadap sekolah dilakukan oleh DLH, sementara hasil akhir penentuan sekolah yang dinyatakan lolos sebagai Sekolah Adiwiyata berada pada Kementerian Lingkungan Hidup.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kurniati S.Sip., M.Si., selaku penanggung jawab program Sekolah Adiwiyata Dinas Pendidikan, Fitriana S.P., serta Wahyu Munir, S.T., M.Si., sebagai narasumber dari DLH.
Kurniati mengatakan, koordinasi ini penting untuk memastikan sekolah menindaklanjuti hasil monev yang telah dilakukan DLH. Dengan demikian, setiap catatan yang ditemukan dalam proses evaluasi dapat segera diperbaiki oleh masing-masing sekolah.
Menurutnya, sekolah yang telah lolos tahapan soft file masih perlu memastikan kesiapan dokumen maupun kondisi fisik sarana dan prasarana sesuai dengan ketentuan program Adiwiyata.
Selain kegiatan koordinasi, Dinas Pendidikan dan Sulselbar memberikan apresiasi berupa tumbler kepada kepala sekolah dan admin Adiwiyata yang telah bekerja dalam menyelesaikan administrasi soft file.
Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras kepala sekolah dan admin dalam mendukung proses pengusulan Sekolah Adiwiyata tahun 2026.
Melalui kegiatan yang diinisiasi FSA tersebut, sekolah diharapkan dapat lebih memahami hasil monev DLH dan segera melakukan pembenahan terhadap catatan yang masih ditemukan, sembari menunggu proses penentuan akhir Sekolah Adiwiyata oleh Kementerian Lingkungan Hidup.