KATADIA GOWA || Kolaborasi solid antara personel TNI dan masyarakat terus mendorong percepatan pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V di Sungai Lambere, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.
Hingga Jumat (28/8/2026), pengerjaan jembatan yang menjadi salah satu infrastruktur vital bagi masyarakat tersebut telah mencapai progres 80,56 persen.
Pembangunan jembatan ini dikerjakan secara bersama-sama dengan melibatkan personel Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, serta masyarakat Desa Buakkang. Mereka bahu-membahu di lapangan, menunjukkan semangat gotong royong dalam menuntaskan akses penghubung antarwilayah.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan. Warga bersama para prajurit TNI turut berkontribusi dalam berbagai tahapan pembangunan, sehingga pekerjaan dapat terus berjalan secara optimal.
Sinergi tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat kemanunggalan yang terbangun di tengah proses pengerjaan.
Di tempat terpisah, Dandim 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Gantung Lambere.
Ia juga memberikan motivasi agar semangat kebersamaan tetap dipertahankan hingga seluruh pekerjaan selesai, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan selama proses pembangunan.
“Semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat adalah kunci utama percepatan pembangunan ini. Jembatan Gantung Lambere bukan sekadar bangunan fisik, tetapi benteng kemanunggalan TNI dan rakyat yang akan mempermudah akses mobilitas serta menggerakkan roda ekonomi warga,” ujar Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi.
Bagi masyarakat Desa Buakkang, keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting. Jembatan ini nantinya akan membuka akses yang lebih mudah bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk menuju fasilitas pendidikan, mengangkut hasil pertanian, serta menunjang kegiatan ekonomi dan aktivitas sehari-hari.
Selama ini, alur Sungai Lambere menjadi salah satu kendala mobilitas masyarakat. Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, warga diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih aman dan mudah dalam menghubungkan wilayah di sekitarnya.
Dengan capaian pembangunan yang telah menembus lebih dari 80 persen, pengerjaan Jembatan Gantung Lambere kini memasuki tahap akhir. Kolaborasi personel Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, dan masyarakat Desa Buakkang diharapkan terus terjaga hingga jembatan rampung dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan ini menjadi bukti bahwa kekuatan gotong royong TNI dan rakyat mampu mempercepat hadirnya infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kabupaten Gowa.