KATADIA GOWA || Respons cepat personel Kodim 1409/Gowa bersama tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, serta Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Jumat (28/8/2026).
Kebakaran tersebut diketahui setelah warga melaporkan adanya titik api yang mulai membesar sekitar pukul 15.40 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa Kelurahan Bontoparang bersama Bhabinkamtibmas, 8 personel Manggala Agni Parangloe dan sekitar 30 warga setempat langsung bergerak menuju lokasi.
Tim gabungan tiba dan mulai melakukan upaya pemadaman sekitar pukul 15.50 WITA. Proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil tangki pemadam kebakaran serta peralatan jus water atau pompa air manual.
Pemadaman difokuskan pada titik lokasi kebakaran di koordinat Lat -5.254261° dan Long 119.57937°. Personel TNI bersama aparat terkait dan masyarakat bahu-membahu mengatasi kobaran api yang membakar tanaman jati putih, rumpun bambu dan semak belukar.
Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dipadamkan secara aman dan terkendali sekitar pukul 17.00 WITA.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 5 hektare. Meski demikian, penanganan cepat tim gabungan berhasil mencegah api meluas ke wilayah di sekitarnya, termasuk area permukiman maupun lahan perkebunan masyarakat.
Keterlibatan personel Kodim 1409/Gowa bersama aparat kepolisian, Manggala Agni dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla tersebut. Sinergi di lapangan juga menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran, khususnya di tengah potensi meluasnya api pada area yang ditumbuhi semak dan vegetasi kering.
Upaya pemadaman ini sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan aparat kewilayahan bersama masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Gowa. Koordinasi dan kepedulian masyarakat diharapkan terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan permukiman.