KATADIA MAKASSAR || Kinerja PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) melalui Unit Kotabaru menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juli 2026. Pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai 29 persen secara tahunan (YoY) turut menjadi salah satu penopang kinerja Pelindo Wilayah 3.
Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah tingginya aktivitas bongkar muat batu bara dan hasil tambang di kawasan Kalimantan Selatan. Kondisi ini membuat Kotabaru menjadi salah satu unit yang memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian pendapatan wilayah selama tujuh bulan pertama 2026.
Hingga akhir Juli 2026, pendapatan usaha Unit Kotabaru tercatat tumbuh 29 persen YoY. Capaian itu telah melampaui 26 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) periode berjalan.
Sementara terhadap target sepanjang 2026, realisasi pendapatan Unit Kotabaru telah mencapai 73 persen. Capaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang masih berpeluang berlanjut hingga akhir tahun.
Kinerja positif Kotabaru turut mendorong pertumbuhan Area Kalimantan 3 yang secara keseluruhan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 11 persen YoY. Realisasi tersebut telah mencapai 96 persen dari target periode berjalan.
Selain Kotabaru, Unit Bumiharjo mencatat pertumbuhan pendapatan tertinggi di area tersebut, yakni 52 persen YoY. Meski demikian, pertumbuhan itu berasal dari basis pendapatan yang relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah unit lainnya.
Unit Banjarmasin juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 17 persen dengan realisasi 104 persen dari target periode berjalan. Sementara itu, Celukan Bawang yang berada di Area Bali Nusra tumbuh 24 persen.
Di Area Jawa 1 yang menjadi kontributor pendapatan terbesar Wilayah 3, pertumbuhan berlangsung lebih moderat sebesar 5,4 persen YoY. Realisasinya mencapai 93 persen dari target periode berjalan.
Unit Tanjung Perak sebagai salah satu penyumbang pendapatan terbesar mencatat pertumbuhan 6,4 persen. Sedangkan Tanjung Emas tumbuh 6,8 persen dengan realisasi pendapatan mencapai 110 persen dari target periode berjalan.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Area Bali Nusra masih menghadapi tantangan. Pendapatan area tersebut mengalami penurunan 11,7 persen YoY dan baru mencapai 84 persen dari target periode berjalan, antara lain dipengaruhi penurunan pendapatan di sejumlah unit seperti Benoa dan Lembar.
Secara keseluruhan, pendapatan usaha Pelindo Wilayah 3 hingga Juli 2026 tumbuh 5 persen YoY. Capaian tersebut telah mencapai 93 persen dari target periode berjalan dan 54 persen dari target satu tahun penuh 2026.
SVP Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, mengatakan pertumbuhan Kotabaru dan sejumlah unit di Kalimantan Selatan mencerminkan menguatnya aktivitas logistik komoditas tambang di kawasan tersebut.
“Pertumbuhan di Kotabaru dan sejumlah unit di Kalimantan Selatan menjadi sinyal positif terhadap aktivitas logistik komoditas tambang sekaligus membantu menopang kinerja Wilayah 3 di tengah tantangan pada beberapa unit lainnya,” ujar Tubagus Patrick.
Ia menambahkan, manajemen PJM akan terus mengoptimalkan pelayanan kapal dan barang di unit-unit yang menunjukkan tren positif. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan dan mendukung pencapaian target kinerja hingga akhir tahun.
“Optimalisasi pelayanan kapal dan barang di unit-unit dengan tren positif akan terus kami dorong untuk menopang capaian Wilayah 3 hingga akhir tahun anggaran,” tutup Tubagus Patrick.(**)