KATADIA MAKASSAR || Musim kemarau yang melanda Kota Makassar mulai dirasakan warga dengan semakin terbatasnya persediaan air bersih. Kondisi ini salah satunya dialami masyarakat Bontoa, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, khususnya warga RT 001/RW 003.
Di tengah teriknya matahari, warga tetap antusias mendatangi lokasi penyaluran air bersih pada Selasa (8/9/2026). Sekitar pukul 11.00 WITA, sejumlah warga terlihat membawa ember, baskom, jeriken, hingga berbagai wadah penampungan untuk mendapatkan pasokan air.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan pemerintah setempat, BPBD turun langsung membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Penyaluran air bersih menjadi langkah responsif BPBD dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau. Bagi warga, bantuan tersebut sangat berarti karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.
Antusiasme warga terlihat jelas. Meski harus menunggu di bawah terik matahari, mereka tetap tertib mengantre hingga mendapatkan bagian air bersih.
Bantuan yang disalurkan BPBD bersama pihak terkait tersebut kemudian dibawa warga untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Proses penyaluran air bersih juga mendapat dukungan langsung dari perangkat lingkungan. Ketua RT 001, Hj. Munirah, bersama Ketua RW 003, Sukardi Ahmad, turut berada di lokasi membantu mengatur pembagian air kepada masyarakat.
Kehadiran perangkat lingkungan tersebut turut memperlancar proses distribusi sehingga warga dapat menerima bantuan dengan tertib.
Masyarakat pun menyambut baik langkah BPBD Makassar dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Bagi kami, air sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari,” ungkap salah seorang warga.
Penyaluran air bersih di Bontoa menjadi gambaran pentingnya kehadiran pemerintah ketika masyarakat menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar akibat kondisi kemarau.
BPBD Makassar bersama PDAM dan pemerintah di tingkat kelurahan hingga lingkungan menunjukkan sinergi dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Bagi warga Bontoa, air yang datang melalui bantuan pemerintah bukan sekadar pasokan untuk mengisi ember dan wadah penampungan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Di tengah musim kemarau yang membuat persediaan air semakin terbatas, langkah BPBD Makassar diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan.
Ketika kemarau membuat persediaan air menipis, BPBD Makassar hadir memastikan kepedulian pemerintah tetap mengalir bersama bantuan air bersih untuk masyarakat.