Terhubung dengan kami

Kesehatan

Taupan Pawe Soroti Pelayanan RS Paramount Usai RDP Kematian Cucunya

Dipublikasikan

pada

Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Rumah Sakit Paramount di Gedung Sayap DPRD Kota Makassar
Taupan Pawe

KATADIA MAKASSAR || Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Rumah Sakit Paramount di Gedung Sayap DPRD Kota Makassar, Kamis (17/9/2026).

RDP tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas kasus meninggalnya seorang bayi yang merupakan cucu Anggota DPR RI, Taupan Pawe.

Taupan Pawe hadir langsung dalam rapat tersebut. Ia mengapresiasi langkah Komisi D DPRD Makassar yang membuka ruang untuk mengungkap kronologi kejadian secara transparan.

“Saya sangat mengapresiasi Komisi DPRD Kota Makassar yang menyelenggarakan rapat dengar pendapat ini terkait meninggalnya cucu saya. RDP ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik,” ujar Taupan.

Menurut Taupan, persoalan meninggalnya cucunya tidak cukup hanya dikaitkan dengan takdir. Ia menilai terdapat rangkaian proses penanganan yang perlu dijelaskan berdasarkan fakta.

“Takdir itu urusan Ilahi. Namun yang terungkap, terjadinya kesalahan dalam urutan penanganan sehingga berujung pada kematian. Kronologis inilah yang harus kita jawab secara rasional dan faktual,” katanya.

Ia juga menyebut persoalan pelayanan di RS Paramount tidak hanya berkaitan dengan kasus yang dialami keluarganya. Taupan mengaku mendapat informasi mengenai adanya sejumlah laporan terkait dugaan praktik pelayanan yang dinilai tidak baik.

“Rumah sakit ini bukan hanya persoalan cucu saya. Sudah banyak rangkaian kejadian yang diduga praktik buruk. Bahkan saya baru mengetahui, sudah ada surat peringatan dari DPRD sebelumnya,” ungkapnya.

Taupan meminta agar persoalan pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius sehingga tidak kembali menimbulkan korban dari masyarakat.

Ia juga menyoroti penjelasan Kepala Dinas Kesehatan dalam RDP yang, menurutnya, menunjukkan adanya keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan.

“Kita tidak ingin lagi ada korban rakyat di luar sana akibat pelayanan yang begitu minim. Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan tadi juga memperlihatkan keterbatasan sarana prasarana yang sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Taupan turut mengapresiasi fungsi pengawasan yang dijalankan Komisi D DPRD Makassar. Ia berharap pola pengawasan serupa dapat diterapkan pada sektor pelayanan publik lainnya.

“Inilah bentuk kerja pengawasan yang luar biasa. Semoga di sektor lain juga demikian. Terkait pelayanan kesehatan, kita tidak boleh main-main,” tegasnya.

Menyikapi adanya dugaan kejadian serupa yang berulang, Taupan bahkan menyampaikan pandangan agar operasional RS Paramount dihentikan secara permanen.

“Sudah banyak kejadian yang merugikan masyarakat. Menurut saya, sebaiknya ditutup secara permanen. Namun saya kembalikan kepada Ketua Komisi D untuk berdiskusi,” ucapnya.

Taupan menegaskan, kehadirannya dalam RDP tersebut bukan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI, melainkan sebagai seorang kakek yang kehilangan cucu pertamanya.

“Saya hadir di sini bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai kakek. Cucu pertama yang saya cintai. Terima kasih,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisi D DPRD Kota Makassar menyatakan akan menindaklanjuti hasil RDP dengan langkah konkret sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending