KATADIA MAKASSAR || SD Inpres Kassi Kassi 1 Makassar yang berlokasi di Jalan Palem Raja, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menerima bantuan lima unit Papan Interaksi Digital (PID) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Senin 2 November 2026
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, selain program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah.
Dengan tambahan lima unit bantuan tersebut, SD Inpres Kassi Kassi 1 Makassar kini memiliki total enam unit Papan Interaksi Digital, setelah sebelumnya telah memiliki satu unit.
Kepala UPT SPF SD Inpres Kassi Kassi 1 Makassar, Basri Kamaruddin, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas bantuan yang diberikan.
Menurut Basri, kehadiran Papan Interaksi Digital diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, nyaman, dan menyenangkan bagi guru maupun peserta didik.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong pembelajaran berbasis digital dan pemanfaatan data pendidikan di semua jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Dengan adanya bantuan Papan Interaksi Digital ini, pemerintah mengharapkan pembelajaran di semua jenjang pendidikan dapat berbasis digital. Kami berharap interaksi antara guru dan murid di dalam kelas semakin nyaman, menyenangkan, dan tetap berorientasi pada tujuan pembelajaran,” ujar Basri.
Ia menambahkan, selama ini proses pembelajaran yang berlangsung secara klasikal terkadang membuat suasana belajar menjadi monoton. Dengan hadirnya teknologi digital, guru diharapkan dapat menyampaikan materi secara lebih menarik sehingga siswa lebih antusias mengikuti pelajaran.
“Sebagai keluarga besar UPT SPF SD Inpres Kassi Kassi 1, kami tentu sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.
Meski demikian, Basri berharap ke depan pemerintah dapat kembali menambah jumlah perangkat Papan Interaksi Digital agar seluruh ruang kelas dapat memanfaatkannya secara optimal.
Ia menjelaskan, SD Inpres Kassi Kassi 1 Makassar memiliki 12 rombongan belajar (rombel), mulai dari kelas I hingga kelas VI. Setiap tingkat kelas rata-rata memiliki dua rombongan belajar, sehingga idealnya sekolah membutuhkan minimal 12 unit Papan Interaksi Digital.
“Harapan kami ke depan, pemerintah dapat memberikan tambahan bantuan. Karena dengan jumlah 12 rombongan belajar, idealnya sekolah kami memiliki sedikitnya 12 unit Papan Interaksi Digital agar seluruh kelas bisa menikmati fasilitas pembelajaran digital secara merata,” harap Basri.
Menurutnya, pemenuhan fasilitas tersebut akan semakin menunjang transformasi pendidikan, sekaligus menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.