KataDia, Makassar ll Deputi Bidang Informasi dan Kearsipan Arsip Nasional, Dr.Andi Kasman, S.E.M.M., menegaskan kalau Arsip sebagai bahan akuntabilitas organisasi dan bahan pertanggungjawaban administrasi pemerintah,
Perlu dikelola secara efektif dan tersistem bukan hanya secara manual atau konvensional tetapi menggunakan sistem yang terdigitalisasi.
Salah satunya adalah Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi ( SRIKANDI) yang dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
”Sistem digitalisasi pemberlakuan Srikandi harus terintegrasi dan semua pihak termasuk lembaga pemerintahan haruslah ikut menyesuaikan” papar Dr.Andi Kasman, S.E.M.M. di depan peserta Sosialisasi Srikandi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Rabu 15/9 di Hotel Grand Himawan.

Untuk menindaklanjuti pemberlakuan SRIKANDI ini, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) melaksanakan Sosialisasi SRIKANDI
Kegiatan tersebut diikuti oleh Pejabat Fungsional Arsiparis dan Pejabat Pengawas yang bertanggungjawab pada ketatausahaan pada OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala DPK Provinsi Sulawesi Selatan, Moh Hasan, S.H.M.H. dan hadir sebagai pembicara tunggal Deputi Bidang Informasi Pengembangan Sistem Kearsipan (IPSK) ANRI, Dr.H Andi Kasman, SE, MM.