Terhubung dengan kami

Opini

PTM Terbatas dan Pentingnya Disiplin Prokes

Dipublikasikan

pada

Nasyrah, S.Pd.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah mulai dilaksanakan sejak beberapa pekan terakhir. PTM terbatas diharapkan solusi menangani learning loss bagi dunia pendidikan di masa pandemi covid-19, setelah hampir dua tahun sekolah melaksankan kegiatan belajar secara Pembelajaran jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring.

Kemendikbudristek berkolaborasi dengan dinas pendidikan daerah dalam mendorong kesiapan sekolah dalam PTM Terbatas ini. Terutama, untuk meredam kekhawatiran orang tua karena anak-anaknya belum divaksinasi.  Karena itu, orang tua tetap menjadi penentu utama bagi siswa dalam pelaksanaan PTM Terbatas.

Hingga kini vaksinasi belum menjadi persyaratan utama dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Namun sekolah jarak jauh justru memberikan kerugian yang tidak sedikit juga. Mental health dari anak maupun orang tua dikhawatirkan akibat sekolah online yang berkepanjangan.

Pembukaan kembali sekolah di satu sisi sangat berisiko mengingat penyebaran COVID-19 masih belum sepenuhnya terkendali. Di sisi lain, keterbatasan dalam aktivitas belajar dari rumah juga menimbulkan permasalahan cukup serius terhadap tumbuh kembang anak. Ada beberapa hal yang sulit dilakukan jika belajar online. Misalnya pembentukan karakter anak.

Masalah yang kerap ditemukan adalah kurang disiplinnya siswa dalam menerapkan 5M. Masker yang tidak terpasang dengan benar terutama pada jam-jam akhir pelajaran.

Namun begitu, sejauh ini PTM terbatas berlangsung cukup lancar dan tidak ada lonjakan kasus. Ini karena penerapan disiplin protokol kesehatan dengan ketat.

Sekolah juga membangun kerja sama dengan layanan kesehatan setempat agar sigap bila ada warga sekolah yang terkonfirmasi Covid-19. Jika ada yang terkonfirmasi,  sekolah harus ditutup sampai dinyatakan aman.

Sekolah berupaya mempersiapkan fasilitas untuk menjamin keselamatan dan keamanan siswa serta warga sekolah lainnya selama penerapan PTM Terbatas

Selama protokol kesehatan dijalankan dengan tepat dan ketat, dan para pendidik serta tenaga kependidikan termasuk masyarakat sekolah telah divaksin, maka patut diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Juga yang perlu diperhatikan pentingnya evaluasi yang ketat pada tiap minggunya. Di UPT SDN 1 Enrekang, evaluasi rutin selalu dilakukan agar PTM terbatas lancar, dan jika ditemukan kendala segera dicarikan solusinya. Satgas Covid-19 yang telah dibentuk di sekolah benar-benar bekerja sesuai petunjuk dari pimpinan. Satgas sekolah juga berkoordinasi dengan Satgas kecamatan, PKM, dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, pihak sekolah juga melakukan konsolidasi serta sosialisasi internal bersama para warga sekolah

Para guru berharap, semua pihak bisa taat pada prokes. Bagi para orang tua dan anak agar tidak lengah meski PTM terbatas sudah dilaksanakan.

 

 

Penulis : Nasyrah, S.Pd.

berikut Biodata Penulis

Nasyrah, S.Pd. Perempuan, Lahir di Bungadidi pada tanggal 16 November 1987. Berdomisili di Kota Enrekang. Pendidik UPT SD Negeri Enrekang. Ia  juga merupakan Mahasiswi Semester 3 Magister Pendidkan Dasar Universitas Muhammadiyah Makassar . Aktif dalam kepengurusan komunitas dan organisasi lantas tak membuatnya lupa akan hobi dan impiannya. Selain menulis, ia sangat suka dunia mendaki gunung, fotografi, videografi, menjelajah alam, mendengarkan musik, menghayal, dan membaca cerpen, serta puisi.

Hobi menulis yang ia tekuni sejak duduk di bangku SMP menulis adalah hal yang tidak baru buatnya, karena banyak cerpen pendek dan puisi yang dibuatnya meskipun menulis untuk diri sendiri.

Penulis sangat ramah untuk disapa melalui media sosial. akun Instagramnya @nasyrah09_ dan Gmail, nasyrah.1116@gmail.com.

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending