KATADIA, MAKASSAR || Sudah menjadi perspektif budaya dan sejarah dalam implementasi pembiasaan cuci tangan seharusnya menjadi komponen penting karena Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak warisan budaya.
Kajian antropologis dalam penanggulangan covid 19 dinilai efektif karena bangsa indonesia merupakan masyarakat sangat menjunjung tinggi tradisi masa lampau.
Budaya inilah dilakukan oleh UPT SPF SDN Kompleks SambungJawa, setiap hari guru guru menjemput murid muridnya di depan pintu gerbang sekolahnya.
Pantauan media ini, Setiap murid yang datang terlebih dahulu diarahkan ke tempat cuci tangan oleh gurunya yang kemudian dilanjutkan dengan mengukur suhu tubuh murid sebelum masuk kelas.
Tak lupa Pula guru guru menyampaikan kepada murid murid selama di dalam lingkungan sekolah harus tetap menggunakan masker tidak boleh melepaskan.Selasa 15 Februari 2022

Kepala UPT SPF SDN Kompleks SambungJawa Fahmawati. S.Pd mengatakan Dalam perspektif antropologi sendiri, pembiasaan cuci tangan untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 sebenarnya dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali tradisi masa lampau.
Sejak jaman dahulu, cuci tangan menggunakan air sudah menjadi adab dalam menyantap makanan di Indonesia.”katadia
Cuci tangan yang paling baik dan yang paling ampuh yaitu dengan menggunakan sabun dan air mengalir, karena dapat membunuh kuman ataupun penyakit yang dapat ditularkan oleh tangan kita.
Budaya itulah kita hidupkan kembali di sekolah sebelum masuk di kelas. Murid murid sebelum masuk di dalam kelas terlebih dahulu melalui beberapa tahapan seperti mencuci tangan di wastafel dan kemudian mengukur suhu yang sudah disiapkan sekolah.
Lanjut kata Fahma. Bukan hanya di depan pintu gerbang wastafel yang kita siapkan, di setiap kelas juga kita buatkan, karena murid murid selama beraktifitas di sekolah paling sering menyentuh permukaan apapun, maka wajib kita ingatkan murid ke tempat cuci tangan yang telah disiapkan
Salah satu upaya dari semua profesi kesehatan di dunia mengakui bahwa cuci tangan dengan sabun/antiseptik dapat memutus mata rantai infeksi serta membunuh kuman penyakit sehingga rantai penularan infeksi bisa dicegah.