KATADIA, WATAMPONE || Untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi serta memutus mata rantai pencetak Generasi Stunting maka UPT Puskesmas Koppe melaksanakan kelas ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang 1000 hari pertama kehidupan serta dapat mengubah pola pikirnya tentang beberapa mitos yang dapat merugikan ibu hamil itu sendiri.
Terlalu banyak mitos tentang kehamilan yang berkembang di tengah masyarakat sehingga dapat mempengaruhi psikologis ibu hamil itu sendiri.
Selain dari pada itu tujuan dilaksanakan kelas ibu hamil ini adalah agar ibu hamil lebih memahami tentang kehamilannya, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB Pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir.dan deteksi dini Kasus HIV AIDS, Hepatitis, dan malaria pada Ibu hamil.
Sasaran peserta kelas ibu hamil umur kehamilan 4 sampai 36 minggu karena pada kehamilan ini kondisi ibu hamil sudah kuat
Adapun jumlah sasaran ibu hamil 180 Ibu Hamil. Yang dilaksanakan di 9 Desa Wilayah kerja UPT Puskesmas Koppe mulai 02 Agustus – 12 Agustus 2022.
Adapun jenis kegiatannya yaitu berupa penyuluhan Tentang 1000 hari Pertama kehidupan, beberapa mitos yang berkembang dalam masyarakat tentang kehamilan dan seputar kehamilannya lainnya.
Setelah pemaparan materi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman ibu terhadap apa yang disampaikan maka dilakukan tanya jawab dengan metode KAP ( Komunikasi Antar Pribadi ) agar ibu nyaman untuk berdiskusi dan saling tukar pengalaman seputar kehamilannya.
1000 Hari pertama kehidupan adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan ( 270 hari ) sampai dengan anak berusia 2 Tahun ( 730 hari).
Pada periode inilah organ – organ vital ( otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya mulai terbentuk dan terus berkembang. Masa 1000 Hari Pertama
Kehidupan ini merupakan kesempatan bagi para orang tua untuk membangun fondasi Kesehatan dan perkembangan otak anak yang optimal, sebab tidak optimalnya perkembangan otak anak pada masa ini akan mempengaruhi terhadap kehidupan buah hati di masa depan. Dan pada masa inilah Stunting dapat terjadi dan sekaligus dapat dicegah.
Kemudian dilakukan deteksi dini kasus HIV AIDS, Hepatitis, dan Malaria pada ibu hamil untuk mengetahui secara dini dan mencegah penyakit menular yang dapat ditularkan terhadap bayinya kelak. dan diakhir pertemuan dilakukan Senam ibu hamil yang diharapkan agar para ibu dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Dilaksanakan dengan lintas program dimana program yang terkait adalah KIA Nurlina B, A.Md. Keb Promkes Rina Purnamasari, A,Md, Keb. Program Malaria Salmiaty, A.Md.Kep. Program HIV AIDS Nurdiana A.Md.AK dan Kesorga A.Eva Pauliana
Adapun harapan kepala desa terkait kegiatan ini adalah agar pengetahuan dan Kesehatan ibu hamil dapat lebih meningkat lagi.
Besar harapan kami agar ibu hamil memahami dengan apa yang kami sampaikan demi pertumbuhan dan perkembangan janinnya agar tidak lagi menjadi penyumbang generasi Stunting dan tidak lagi dihantui oleh mitos yang berkembang di masyarakat yang dapat mempengaruhi Kesehatan kehamilannya. Dan Bersama sama akan belajar tentang Kesehatan kehamilannya hingga perawatan bayi baru lahir dan penyakit menular.
Sumber : Farida Tahir
Laporan Andi Syafri Azis