KATADIA,NGAWI || Kapolres Ngawi, Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiasi Wiyaputera menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Program Bhayangkara (Bhatarling) Sahabat Pertanian Ramah Lingkungan dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, di gedung Wedya Graha, Selasa (30/08). /2022) siang.
Penandatanganan MoU tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi di Bidang Pertanian.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan penandatanganan MoU ini dalam rangka menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan berbagai pihak khususnya yang terkait dengan pupuk bersubsidi bagi petani. Terutama komitmen untuk tidak lagi bermain-main dengan pupuk bersubsidi.
Harapan Presiden dan Menteri Pertanian kita harus lebih jeli lagi siapa yang berhak atas pupuk bersubsidi dengan pengawasan ketat yang melibatkan jajaran TNI dan Polri, Ony Anwar Harsono menjelaskan kepada awak media.
Ony Anwar Harsono juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Polres Ngawi atas acara Bhatarling yang akan memberikan pendampingan kepada Petugas Penyuluh Lapangan untuk memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik khususnya mengenai pendistribusian pupuk bersubsidi dan harganya. , serta membantu petani yang ingin menerapkan pertanian ramah lingkungan.”
Alokasi kebutuhan pupuk sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani Kementerian Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 hanya 30-40 persen. , tahun 2023 tidak ditambah, dikurangi dan hanya pupuk tertentu yaitu NPK an d. Oleh karena itu, sosialisasi ini penting untuk memastikan kejelasan alokasi pupuk bersubsidi kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Bupati Ngawi.
Sementara itu, Kapolres Ngawi, Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyaputera, mengatakan dalam menjalankan tugasnya 140 personel. Pendamping Pertanian Ramah Lingkungan Bhayangkara akan selalu mendampingi Penyuluh Lapangan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi.
Pendamping Pertanian Ramah Lingkungan Bhayangkara akan bertugas selama enam bulan dan akan diperpanjang lagi selama enam bulan untuk memantau sekitar 50,9 ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Ngawi.
“Tugas Bhayangkara, Asisten Pertanian Ramah Lingkungan, fokus membantu Penyuluh Lapangan untuk menjaga dan mengamankan lumbung pangan nasional di Kabupaten Ngawi,” kata Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyaputera.