KATADIA,GOWA || Program Klaster Mandiri, Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa bersama mitra Matahari Departement Store melaksanakan pelatihan Manajemen Perpustakaan Sekolah di desa Rannaloe Kabupaten Gowa Sulawesi selatan, pada Rabu (14/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Desa, aparat desa, Wakil Ketua BPD, tokoh masyarakat, kepala sekolah dan guru-guru dari sekolah dampingan SLI Dompet Dhuafa.
Pelatihan ini digelar dengan tujuan perpustakaan sekolah dampingan SLI-DD bisa menjadi wadah dan sumber belajar yang menyenangkan, sebagai sarana rekreasi edukasi bagi pemustaka.
Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00-16.00 Wita di Aula Kantor Desa Rannaloe Gowa. Impresi dan antusias dari peserta menjadi pemantik untuk terus belajar mengelola perpustakaan sekolah agar menarik minat kunjung ke perpustakaan khususnya minat baca di sekolah dengan begitu ini bisa menjadi sumbangsih yang besar demi peningkatan indeks literasi di Gowa Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut wakil ketua BPD ibu Masruhah yang juga sekaligus Kepala Madrasah Aliyah Guppi Rannaloe dan Kepala TK Komunitas Menara mengungkapkan rasa syukur adanya pelatihan ini sebagai bentuk ikhtiar bagi sekolah dalam memanajemen perpustakaan menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi pemustaka. “Ini bisa menjadi langkah baik untuk memberikan pelayanan yang optimal untuk anak didik kita agar mau membaca dan mengenal perpustakaan”. Tutur Masruhah.
Pelatihan yang disampaikan oleh Melati sebagai Fasilitator Pendidikan SLI Dompet Dhuafa dikemas dengan apik, peserta selain mendapatkan materi Manajemen Perpustakaan mereka juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung membuat label bahan pustaka, dan mengklasifikasi buku sesuai dengan ketentuannya.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan, kami jadi banyak tahu tentang Pengelolaan Perpustakaan yang indah dan bisa langsung dipraktikkan metode labeling buku yang selama ini kami tidak pahami, ternyata mengelola bahan pustaka seru dan menantang. Saya berharap pelatihan seperti ini sering dilakukan, karena sehari rasanya belum cukup untuk menyerap banyak ilmu tentang Perpustakaan.” Ungkap Sunarti salah seorang peserta dalam pelatihan tersebut.
Laporan (Melati Syahrir)