KATADIA, MAKASSAR || Ngabuburit Jurnal Ilmiah Relawan Jurnal Indonesia membahas tips dan strategi untuk meningkatkan akreditasi jurnal ilmiah. Diperuntukkan bagi jurnal yang belum terakreditasi dan yang menginginkan naik peringkat, dilaksanakan, Minggu (26/03/2023), mengisi Bulan Suci Ramadhan 2023, di buka secara resmi Dr. Arbain. M.Pd, Ketua RJI Pusat
“Dalam bulan puasa ini RJI akan melaksanakan kegiatan Ngabuburit jurnal Ilmiah yang pertama yang kita laksanakan hari ini,” ungkap Dr. Arbain. Dalam rilis yang dikirim Ilham Bachtiar, pengurus pusat RJI, kepada mitranya, Zulkarnain Hamson, Direktur Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Nasional, sebagai bagian dari kerjasama kelembagaan.
Kegiatan itu menampilkan, Busro dalam menyampaikan materinya mengatakan bahwa “Akreditasi jurnal ilmiah tidak bisa dilakukan, karena sejak 15 Desember 2022 belum dibuka masih akreditasi ditutup sampai ada pengumuman,” ujarnya. Hal ini belum diketahui kemungkinan apakah akan dibuka karena adanya upgrade system penilaian.
“Sejak tahun 2023 ada perubahan mekanisme yang sebelumnya ada dua jalur yaitu ketika evaluasi diri jurnalnya dibawah 70 maka akan diasesmen 2 asessor dan ketika di atas 70 akan didampingi 4 orang asessor,” ujarnya. Berkaca dari surat edaran pedoman rekruitmen assessor itu, ada statmen disana bahwa sejak 2023 berapapun nilai evaluasi dirinya akan sama dinilai oleh masing-masing 4 asessor dua asesor manajemen dan dua assessor substansi.
Terkait bagaimana mekanismenya kita tunggu informasi lebih lanjut, ujar pria yang akrab disapa Kang Busro akademisi dari Universitas Islam Bandung (UIN) Bandung. Untuk menghidari mengurangi ditolak tanpa di dinilai memperhatikan penamaan tidak sesuai ISSN, akun editor salah, salah “role”, dan jumlah issue tidak sesuai unsur dan bobot penilaian akreditasi dinilai penamaan jurnal ilmiah, kelembagaan penerbit, penyuntingan dan manajemen jurnal, substansi artikel, gaya penulisan, penampilan, keberkalaan dan penyebarluasan yang terbagi penilaian bagian manajemen dan substansi.
Akreditasi sekarang kitika melihat nilai-nilai tertingginya itu mengarah jurnal internasional, ditandai tiga hal; bisa dilihat pertanyaan terkait mitra bestari 50% lebih memiliki kualifikasi internasional dan berasal dari 4 negara, kemudian kualifikasi dewan penyunting lebih dari 50% berkualifikasi internasional berasal dari 4 negara, peluang SINTA 2 bisa diperoleh jika memenuhi penilaian tertinggi.
“Strategi efektif meningkatkan performa akreditasi pertama kita pahami dulu pedomannya,” ujarnya. identifikasi kelemahan (dengan evaluasi diri), buat target perbaikan, nilai yang pasti harus dipegang misalnya biografi atau ketersebaran penulis, nilai yang tidak pasti terus diperbaiki dengan mengundang pakar yang ahli dibidangnya, dan libatkan tutor yang bisa membimbing, lanjut Kang Busro dalam memaparkan materinya.(z)