Terhubung dengan kami

Pendidikan

Tim Penilai Adiwiyata Kunjungi UPT SPF SMPN 55 Makassar

Dipublikasikan

pada

KATADIA,MAKASSAR ||  Kementerian Lingkungan Hidup melalui program Adiwiyata telah melaksanakan penilaian terhadap sekolah-sekolah di Kota Makassar.

Program Adiwiyata ini dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2006 sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional.

Tujuan program ini adalah untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian, dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah.

Pada hari Selasa, tim penilai Sekolah Adiwiyata dari Universitas LPPM Sawerigading Kota Makassar, yang dipimpin oleh Ahmad Syeku S.pd, M.Si, didampingi oleh staf Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Purnamasari Sihotang ST, dan Asryanto SM, mengunjungi SMPN 55 Makassar. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penilaian sekolah Adiwiyata tingkat Kota Makassar.

Program Adiwiyata dilaksanakan berdasarkan prinsip edukatif dan partisipatif. Program ini merupakan bentuk apresiasi bagi sekolah-sekolah yang menunjukkan komitmen dan kerja keras dalam memenuhi 4 komponen yang ditentukan, yaitu kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana prasarana pendukung ramah lingkungan.

Tim penilai Adiwiyata terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dosen LPPM Universitas Sawerigading Kota Makassar. Penilaian terhadap calon sekolah Adiwiyata dilakukan melalui penelitian dan pengecekan langsung ke lokasi sekolah.

Kepala SMPN 55 Makassar, Misbahuddin, s.pd, M.M., menyatakan bahwa penilaian Adiwiyata ini bertujuan untuk mendorong pengetahuan dan kesadaran warga sekolah tentang gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS), serta mewujudkan perilaku warga sekolah yang ramah lingkungan hidup.

Ia juga menambahkan, “Tujuan kami adalah peningkatan jumlah sekolah Adiwiyata di Kota Makassar, mulai dari tingkat kota, provinsi Sulawesi Selatan, hingga tingkat nasional.”

Dalam percakapan dengan Muh Irzan Latif, salah satu guru sekaligus koordinator pelaksana Adiwiyata di SMPN 55 Makassar, dijelaskan bahwa kriteria Sekolah Adiwiyata mencakup komponen perencanaan gerakan PBLHS, pelaksanaan gerakan PBLHS, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan gerakan PBLHS.

Tim Pembina Gerakan PBLHS bertugas melakukan pembinaan terhadap sekolah, instansi terkait dan pihak terkait lainnya. Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional (Adiwiyata Nasional dan Mandiri), tingkat provinsi (Adiwiyata Provinsi), hingga Pemerintah Kota Makassar kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

Muh Irzan Latif juga menjelaskan bahwa Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) merupakan aksi kolektif yang dilakukan secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan oleh sekolah.

Gerakan ini melibatkan penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) dan berbagai kegiatan yang dijalankan oleh warga sekolah untuk mengimplementasikan perilaku ramah lingkungan hidup. PRLH merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Setelah dilakukan peninjauan oleh tim Adiwiyata, SMPN 55 Makassar masih perlu melakukan beberapa perbaikan sebelum dapat diberikan penilaian.

Kepala sekolah menyatakan bahwa meskipun masih dalam tahap awal Adiwiyata, mereka akan terus membenahi kekurangan-kekurangan yang ada.

UPT SMPN 55 Makassar dianggap relatif baru sejak berdiri pada tahun 2019, namun kunjungan dari tim Adiwiyata merupakan motivasi dan semangat bagi mereka untuk terus meningkatkan kualitas sekolah dalam hal peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

Diharapkan dengan program Adiwiyata ini, sekolah-sekolah di Kota Makassar dapat menjadi pusat pembelajaran lingkungan hidup yang menghasilkan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Penilaian Adiwiyata tidak hanya memberikan penghargaan kepada sekolah, tetapi juga mendorong perubahan positif dalam perilaku dan budaya lingkungan hidup di kalangan siswa dan seluruh warga sekolah.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending