Terhubung dengan kami

Makassar

UPT Diklat Diskop dan UKM, Siswa-Siswi Makassar Dibekali Konsep Perkoperasian Melalui Pelatihan Intensif

Dipublikasikan

pada

KATADIA, MAKASSAR || Sebanyak 100 siswa angkatan pertama dari berbagai sekolah di Makassar telah mengikuti Pelatihan Perkoperasian yang diselenggarakan di Hotel Lint. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai konsep dan praktik perkoperasian.

Dalam pelatihan ini, siswa-siswi diajarkan tentang pentingnya kolaborasi, pengambilan keputusan bersama, dan nilai-nilai kerjasama dalam rangka membangun usaha koperasi di sekolah masing-masing.

Peserta pelatihan berasal dari beberapa sekolah, termasuk SMA 2, SMA 4, SMA 7, SMA 18, dan SMK 4. Masing-masing sekolah mengirimkan 20 siswa untuk mengikuti pelatihan ini.

Acara pembukaan pelatihan ini dibuka oleh kepala Dinas Koperasi, Dr. H. Ashari Fakhsirie Radjamilo, M.Si.

Dia menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai pentingnya perkoperasian dan keuntungan yang dapat diperoleh melalui usaha koperasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala UPT Diklat Diskop dan UKM, Drs. H. Zulkarnain Malik, M.Si, Kasubag TU Ambo Mai, SE, Kasi Pengembangan pada dinas Koperasi UKM, Sugiarti SH, MH, serta A. Mamma, S.Sos., Kasi Diklat pada Dinas Koperasi UKM, Keberadaan mereka sebagai narasumber dan fasilitator turut memberikan pengalaman berharga kepada para peserta.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari. Mulai pada Selasa 13 sampai dengan 15 Juni 2023

Dalam kurun waktu tersebut, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar perkoperasian, pengelolaan keuangan, serta tata kelola koperasi yang baik.

Menanggapi kegiatan ini, Zulkarnain Malik, kepala UPT Diklat Diskop dan UKM, menyatakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk memperluas wawasan peserta mengenai dunia perkoperasian.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, siswa-siswi dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mendirikan usaha koperasi di sekolah masing-masing,” ujar Zulkarnain Malik.

Diharapkan bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mampu mengimplementasikan konsep perkoperasian yang mereka pelajari, sehingga dapat membentuk dan mengelola koperasi siswa di sekolah masing-masing.

Usaha koperasi siswa ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, kebersamaan, dan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa-siswi.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending