KATADIA,MAKASSSAR || Luna Vidya, Koordinator UK PACT Indonesia di Kota Makassar, memberikan wawasan mendalam tentang program Future Cities pada sebuah Lokakarya Jurnalistik di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) di Jalan Adhyaksa nomor 2, Makassar.
UK PACT (United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions) adalah program kerja sama antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia. Kementerian Perhubungan Indonesia telah menandatangani kesepakatan untuk melaksanakan proyek bernama “Future Cities” atau “kota masa depan” sebagai bagian dari program ini.
Luna menjelaskan bahwa UK PACT berfokus pada kota metropolitan di daerah pesisir, termasuk Kota Makassar. Program ini bertujuan untuk mempercepat transisi ke arah perubahan iklim yang lebih baik.
Di Indonesia, ada empat kota yang menjadi fokus program ini, yaitu Semarang, Medan, Surabaya, dan Makassar. Setiap kota memiliki konsorsium yang berbeda, dan Luna menyoroti bahwa untuk Makassar dan Surabaya, konsorsiumnya terdiri dari World Resource Institute (WRI) Indonesia, ARUP, dan Vital Strategies.
WRI Indonesia memimpin konsorsium Makassar dan Surabaya dengan fokus pada survei dan pembuatan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kota Makassar. Vital Strategies bertugas membangun koalisi dari para pemangku kepentingan yang relevan, sedangkan ARUP bertanggung jawab untuk merancang konsep perencanaan kota yang inklusif dan berfokus pada mobilitas berkelanjutan.
Luna menjelaskan bahwa dalam kerja sama mereka dengan Kota Makassar, mereka bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Makassar serta melibatkan Dinas PU, Bappeda, Lingkungan Hidup, dan Tata Ruang. Hal ini disebabkan oleh pentingnya pembicaraan terkait kesehatan, polusi, dan emisi karbon dalam konteks mobilitas berkelanjutan.
Selain itu, Luna juga menggarisbawahi pentingnya inklusi sosial dalam program ini. Ia mencatat bahwa definisi inklusi sosial di Makassar berbeda dengan di Kota Surabaya.
Misalnya, di Makassar, mereka harus mempertimbangkan masyarakat pulau dalam konteks mobilitas dan transportasi berkelanjutan. Hal ini berarti bahwa aspek-aspek seperti transportasi publik, termasuk transportasi pesisir dan laut, harus dipertimbangkan secara berkelanjutan.
Menurut Luna, program ini tidak hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga memiliki dampak besar pada transportasi dan mobilitas berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dengan memastikan bahwa sistem transportasi yang ada mendukung kesejahteraan dan ketahanan terhadap bencana.
Selama Lokakarya Jurnalistik yang bertema Mobilitas Berkelanjutan ini, juga ada kontribusi dari para pakar di bidangnya, termasuk Dr. Ir. H. Mukhtar Syarkawi, MT.,ATU (Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulawesi Selatan), Dr. Ir. Lucky Caroles, ST.,MT.,IPM (Ketua Umum Pusat Perencanaan Pembangunan Pengembangan Prasarana (PSP4)), dan Zulkarnain Hamson, S.Sos.,M.Si (Direktur Pusdiklat Jurnalis Online Indonesia Nasional) sebagai instruktur kegiatan. Mereka memberikan pandangan yang berharga tentang mobilitas berkelanjutan dan pentingnya program seperti UK PACT dalam merencanakan kota masa depan yang lebih baik.(**)