KataDia, Watampone – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, telah menerima Vaksin Sinovac Covid-19 yang didistribusi oleh Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Bone, Senin (01/02/2021).
Dalam Pendistribusian vaksin tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan Polres Bone dan diterima langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Bajoe, Abdullah Sebe, S.Sos, S.KM., M.Kes yang disaksikan Kapolsek Tanete Riattang Kompol Andi Bahsar, Camat Tanete Riattang Timur, Andi Boby, S.STP. M.Si, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bajoe.
Adapun vaksin yang didistribusikan di Puskesmas Sibulue sebanyak 72 dosis sedangkan untuk dimulainya tinggal menunggu Perintah Dinkes tetapi info pihak Puskesmas jika Rabu depan sudah mulai seiring dimulai nya penyuntikan vaksin oleh Bupati Bone dan Forkopimda sementara Wakil Bupati tidak lagi mendapatkan vaksin sebab sudah tidak memenuhi syarat untuk usia di atas 59 tahun.
Camat Tanete Riattang Timur, Andi Boby mengatakan jika dirinya juga siap di vaksin dimana semua unsur pemerintah kecamatan, Kelurahan dan Polri TNI wilayah Kecamatan Tanete Riattang Timur sangat respec dengan tiba nya Vaksin Sinovac yang dijaga oleh Tiga Personel Babinsa.
Walau Camat TR Timur siap di Vaksin namun untuk tahap pertama diprioritaskan vaksin Tenaga Kesehatan yang menjadi garda terdepan melayani masyarakat dalam hal kesehatan.
Andi Boby juga berharap agar dengan adanya vaksin ini, penyebaran virus covid-19 dapat kita cegah bersama, namun yang terpenting adalah masyarakat tetap kita harapkan semangat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin serta senantiasa memohon do’a kepada Allah yang maha pencipta.
“Kita berharap vaksin ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk berjuang bersama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga secara bersama-sama kita cepat keluar dari pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Sementara Kepala UPT Puskesmas Bajoe Abdullah Sebe usai menerima dan menyimpan Vaksin Jenis Sinovac Covid 19 di Cool Chain langsung menggelar simulasi Penyuntikan Vaksin yang diperagakan oleh dokter puskesmas bajoe, Perawat dan Camat TR Timur sebagai perwakilan Pejabat Utama.
Dalam simulasi diperagakan mulai masuk Puskesmas langsung diperiksa suhu tubuh dengan Thermo gun, kemudian mencuci tangan dan duduk untuk menunggu panggilan didata identitas calon penerima vaksin.
Selanjutnya seorang perawat menerima nomor antrian sambil mendampingi calon penerima vaksin untuk discraning (cek kesehatan), kemudian dari data yang telah dilakukan scanning diperiksa oleh dokter untuk memutuskan apakah warga tersebut memenuhi syarat untuk di vaksin atau belum diperbolehkan, jika boleh maka langsung ke Ruang Penyuntikan Vaksin dan jika tidak maka ke meja empat untuk mendapatkan arahan dan petunjuk untuk kedepannya agar bisa terima vaksin sebalik yang divaksin juga tetap ke meja 4 untuk memperoleh petunjuk petugas kesehatan dan akhirnya dipersilahkan keluar ruangan atau keruang tunggu namun tetap menunggu minimal 30 menit sebelum sipenerima vaksin pulang dimaksudkan melihat reaksi hasil suntik vaksin.
Berikut Secara garis besarnya Alur Pelayanan Vaksinasi COVID 19
Calon Penerima Vaksin
Meja 1 Pendaftaran dan Verifikasi Data
Meja 2. Skrining (periksa anamnesa, Tekanan Darah, Suhu Tubuh, identifikasi kondisi penyerta (komorbid) untuk diperlihatkan pada dokter dalam ruangan kerja.
Meja 3. Vaksinasi (pada lengan kiri atas 0.5 ml)
Meja 4. Pencatatan dan Observasi (mendapatkan kartu vaksinasi, penyuluhan dan kontrol reaksi minimal 30 menit)
Pewarta : A.Syafri Azis