Terhubung dengan kami

Pendidikan

SD Inpres Banta bantaeng 1, Butuh Perhatian dan Ruang Kelas Baru

Dipublikasikan

pada

KataDia, Makassar || Pandemi Covid-19 memang membawa berbagai perubahan dalam hidup manusia. Mulai dari aktivitas seperti bekerja maupun kegiatan belajar yang dilakukan di rumah, sejumlah rencana yang akhirnya harus dibatalkan, hingga perubahan pola dan gaya hidup dengan lebih memprioritaskan kesehatan. Tentu, gaya hidup seperti ini harus dipertahankan.

Seperti halnya SD Inpres Banta Bantaeng 1 Makassar tentu patut di apresiasi, peraih sekolah Adiwiyata Provinsi tidak pernah surut dalam menjaga lingkungan sekolah, meski ditengah pandemi, Kepala Sekolah, para guru dan stakeholder terus berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, menata merawat sehingga tatanan dalam ruangan terlihat apik dan rapi

Kepala UPT SPF SD Inpres Banta bantaeng Hj Baena. S.Pd., M.Pd mengatakan “Kepala sekolah harus memiliki ide-ide, gagasan dan kreativitas agar sekolah dipimpin bisa menjadi sekolah unggulan.

Untuk berfikir kreatif kadang kita harus pikir out of the box, membuat suatu inovasi baru yang tidak terpikirkan orang sebelumnya,” ujarnya Hj pada Media ini senin 29/03

lanjut kata Hj. Baena., Seorang kepala sekolah juga menurutnya harus memiliki kemampuan managerial skill, harus mampu mengelola sumber daya yang dimiliki baik Sarpras maupun SDM sebaik mungkin. Meski terbatas, tapi bisa menjadikan sesuatu yang besar.

Sayangnya SDI Banta bantaeng masih butuh perhatian, untuk meningkatkan mutu dan kualitas apalagi menuju Adiwiyata Nasional, tentu perlu pembenahan lebih baik lagi, khususnya bagi sarana prasarana dan salah satunya Ruang Kelas Baru.

Hj Baena mengatakan konon Sejak Berdiri 1982 SDI Banta Bantaeng ini belum pernah mendapat Bantuan Ruang Kelas baru ( RKB)

Sehingga semua dinding tembok mulai rapuh dan Dinding yang terbuat dari kayu mulai di makan rayap, belum termasuk plafon di setiap kelas sudah mulai rontok satu per satu

Kemudian Meski halaman kelas sudah bebas banjir, tetapi tetap masih ada genangan air di dalam kelas yang disebabkan air naik lewat celah pondasi tembok yang telah rapuh dimakan usia.

Hj. Baena berharap kepada Instansi terkait agar dapat merealisasikan untuk pembangunan sekolah kami yang saat sangat butuh dan memprihatinkan, tutupnya.

 

 

Laporan As

 

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending