Upacara Bendera Hari Guru Nasional 2021, Ini Ketetapan Menteri Nadiem

  • Whatsapp

KATADIA, WATAMPONE || Hari Guru Nasional 2021 disambut gembira oleh para Guru dan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Watampone dengan memperingati dengan Upacara bendera di Halaman Sekolah, Kamis (25/11/2021).

Peringatan Ini berdasarkan ketetapan yang sudah dibuat dan disebarluaskan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim pada 19 November 2021.

Bacaan Lainnya

banner walikota makassar

Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November mengikuti isi Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang HUT PGRI yang juga Hari Guru Nasional. Upacara bendera di mana untuk SMA Neg 1 dihadiri para Guru dan Siswa dengan inspektur upacara Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, H.Sulaeman, S.Pd., M.Pd.

“Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 secara tatap muka terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara,” bunyi bagian dari penetapan itu, seperti dikutip dari laman Kementerian itu, Selasa 23 November 2021

Seluruh instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berada dalam wilayah zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 ataupun berada pada angka terkonfirmasi yang normal diperkenankan untuk menyelenggarakan upacara bendera serupa.

Menteri Nadiem menetapkan tema utama peringatan Hari Guru Nasional 2021 adalah Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan. Dalam logonya yang juga telah dipilih, tampak gambar yang biasa mengilustrasikan virus corona Covid-19 di antara ilustrasi lain yang lebih dominan, yakni orang-orang yang bergerak ceria.

Pada pidato seragam yang dibacakan inspektur upacara H.Sulaeman diantaranya bahwa tahun ini adalah tahun yang penuh ujian oleh adanya Pandemi Covid 19, di mana Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, kesehatan dan terpukul secara batin. Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin.

Lanjut Anwar Makarim sejak pertama dicetuskan sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari suatu kebijakan menjadi suatu gerakan, misalnya penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran.

Kegiatan diawali laporan masing-masing kelas kepada komandan upacara, kemudian penghormatan umum, laporan komandan upacara, Pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan UUD 1945, Pancasila oleh Inspektur upacara, ikrar guru, dan beberapa persembahan lagu himne guru serta keseruan anak didik memberikan ucapan dengan memberikan cindera mata beraneka ragam yang umumnya persembahan bunga sesuai dengan Guru Favoritnya.

 

 

Laporan A Syafri Azis


Pos terkait


banner walikota makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *